Dear all, 
Saya juga ikut bertanya-tanya, apakah pemerintahan kita itu lemah dalam 
management Sumber Daya Manusia, atau istilah kerennya, HRD? Kalau jelas analisa 
jabatan, uraian tugas dan kompentensi yang dituntut, sebenarnya bukan lagi soal 
S-1 atau tidak, soal wanita atau laki-laki, melainkan apakah orang yang mau 
jadi presiden itu memang sudah memiliki "kompetensi" yang dituntut dari 
jabatannya atau belum? Kompetensi yang dimiliki pemimpin tidak selalu lulusan 
S-1 tetapi bisa jadi hanya lulusan D3 atau SMA. Sebaliknya mereka yang punya 
gelar Doktor ataupun S-2 dan S-1 tidak selalu memiliki kompetensi yang dituntut 
jabatan itu. Nah, persoalannya apakah sebenarnya ada "hidden agenda", sehingga 
kebijakan itu dibuat "silih berganti", seperti dikatakan Edy, dulu perempuan 
tidak boleh, sekarang minimal S-1. Persoalannya adalah atas dasar apakah 
"minimal S-1" mesti menjadi salah satu syarat?

salam
bslametlasmunadipr


----- Original Message ----
From: Edy P <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 22, 2007 12:21:52 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Wacana S-1 Bisa Jadi Bumerang

Saya tidak ngerti, siapa sih yang sedang kebakaran jenggot? Kok tiba-tiba 
muncul lagi upaya-upaya untuk mengeluarkan kriteria akademik yang tidak selalu 
sejalan dengan kualitas tampilan seseorang. Dulu ketika PDI-P meroket namanya 
dan kans Mbak Mega terpilih menjadi presiden besar muncul upaya mengganjalnya 
dengan isu "PEREMPUAN TIDAK LAYAK JADI PEMIMPIN (PRESIDEN)".
Sekarang, ketika LSI mengeluarkan hasil survey-nya dan memperlihatkan bahwa 
PDI-P kembali menguat posisinya di mata masyarakat (penjawab pertanyaan survey 
tentunya) dan bertengger di posisi paling atas lalu muncul wacana DPR atau 
Presiden minimal harus S-1.
Apa-apaan nih....kok sejak dulu model-modelnya atau gaya-gayanya sama. 
Bangsaku-bangsaku. ...!!!!!

Salam

Kirim email ke