Laporan Wartawan Kompas Nasrullah Nara http://www.kompas.co.id/ver1/Dikbud/0703/20/144553.htm =========================
JAKARTA, KOMPAS -- Auditorium RRI Jakarta akan menjadi ajang Konser Karawitan Muda Indonesia (KMI) II/2007 yang puncaknya akan berlangsung 28-29 Mei 2007. Perhelatan ini merupakan kelanjutan dari KMI I/2006 di Gedung Kesenian Jakarta. Penggagas KMI, Edi Sedyawati, dalam keterangan pers, Selasa (20/3) menyebutkan, acara ini dimaksudkan untuk membangun trend baru dalam kehidupan kawula muda Indonesia dalam hal artistik, guna menyajikan karya-karya musik dengan landasan kuat pada musik tradisi di Tanah Air. "Secara nasional, tahun 1950-an, musik tradisional Indonesia secara generik disebut karawitan," tutur Edi yang pernah menjabat Dirjen Kebudayaan Depdikbud. Didukung Depbudpar dan UNESCO, sejumlah provinsi yang merupakan ladang dan sumber akar musik tradisional akan menampikan timnya dalam KMI II/2007. Misalnya, Jawa Barat, Maluku,Papua, Kalimantan Tengah, Jambi, NTB, dan NAD. Grup kesenian dari Gunung Kidul (DIY) dan Rumah Gamelan Farabi juga akan tampil bersama sejumah sekolah asing di Jakarta. Penampilan mereka akan dikelola oleh tim artistik yang melibatkan Dwiki Darmawan, Jabatin Bangun, dan Totom Kodrat. Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman yang bertindak sebagai ketua panitia konser kali ini menambahkan, "Kita harus bertekad agar KMI menjadi gerakan nasional sehingga para siswa sekolah dan kalangan remaja mencintai musik tradisional dan ikut aktif menghidupkannya." Ia menilai, akibat gempuran budaya global termasuk MTV, anak-anak muda Indonesia lebih gandrung akan musik popolar -- seperti pop,jazz, dan rock -- ketimbang musik yang digali dari negeri sendiri. Hal ini kian memperkokoh dominasi musik-musik diatonik, dan pada gilirannya menyisihkan musik-musik nondiatonik di negeri sendiri.
