Saya pernah mengalami hal serupa dalam suatu RDPU. Ketika kesempatan diskusi
)tanya jawab) dibuka, beberapa anggota DPR mengajukan pertanyaan tetapi
setelah mengajukan pertanyaan tetapi setelah itu mereka keluar ruangan. Lalu
apa tujuan mengajukan pertanyaan tetapi tidak ingin mendengar jawabannya?
Maka saya bilang mereka itu bersikap "Indonesia? I don't care". Mereka tidak
bersungguh-sungguh memikirkan rakyat, apapula Indonesia. Oleh karena itu
lebih bbaik mereka disebut sebagai anggota Perlemen, bukan DPR sebab mereka
tidak mewakili rakyat. Mari dalam milis ini kuta mulai mengganti istilah DPR
dengan Perlemen. Artinya tempat berbicara. Apakah bicaranya mewakili rakyat
atau diri sendiri itu soal lain.
KM
-------Original Message-------
From: Godlip Pasaribu
Date: 03/24/07 05:31:47
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kinerja DPR Re: Laptop DPR Rp 22 Juta ,
Bukan Rp 21 Juta
Yang saya sering dengar dan lihat melalui TV SWARA,
beberapa anggota DPR, sering menyampaikan pertanyaan
kepada instansi terkait yang diundang untuk rapat
kerja berdasarkan pesanan orang-orang tertentu
(rekanannya?) Akan tetapi yang sering menjengkelkan,
setelah melontarkan pertanyaan anggota DPR tsb. sudah
meninggalkan ruangan tanpa terlebih dahulu
mendengarkan jawaban dari instansi tersebut. Memang
ada juga sih kelihatan anggota DPR yang benar-benar
mempersiapkan diri dan menguasai permasalahan. Untuk
anggota DPR yang sungguh-sungguh bekerja untuk
menyampaikan aspirasi rakyat menurut saya memang
layaklah diberikan sarana yang memadai untuk menunjang
kinerjanya. Salam.