Rekan Paulus Tanuri, Pak KK dan miliser FPK,
Katakanlah Laptop yang memadai itu, lalu bernilai sekitar Rp 10 juta. Harga 
Laptop untuk para anggota Dewan yang terhormat yang Rp 22 juta itu, selisih 
lagi Rp 12 juta (identik dengan gajih guru besar 4 bulan, maaf yaaa). Ibu 
Nursyahbani Katjasungkana dkk yang sehaluan, yang anggota DPR,  cobalah ini 
ditelusuri. Kemana wang Rp 12 juta x 550 (jml anggota DPR) (= Rp 6,6 milyar) 
tersebut larinya? Masihkah ada korupsi di DPR? Mengapa sangat sulit menegakkan 
kebenaran?
Kalau kebenaran sudah ditegakkan, mohon Pak KK untuk meminta kepada Pak Agung 
Laksono (ketua DPR), agar operating system dan program IGOS diaplikasikan di 
Laptop itu. Kalau perlu, konsul lagi sama anggota milis FPK Pak Vavai Andargini 
(pakar opensource) dan programmer Pak Paulus Tanuri.  
Salam
IBA

  ----- Original Message ----- 
  From: Paulus Tanuri 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 22, 2007 5:02 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Laptop DPR Rp 22 Juta , Bukan Rp 21 
Juta


  Saya jadi gatel nih.

  Saya ini programmer. Kerjanya tiap hari pake komputer. Saya juga punya
  laptop. dan laptop saya ini juga saya pake untuk develop software. Tools
  yang saya pakai seperti visual studio 2005 dan lain lain saat bekerja, saya
  bisa membuka belasan aplikasi dan tools sekaligus, semuanya memerlukan spec
  yang cukup tinggi. saya pakai centrino 1,6g, dan ram 768mb dengan vga memory
  yang shared dari RAM. Dan saya masih bisa kerja dengan nyaman.
  Catatan. : harga beli laptop saya tanpa os = Rp 6jt . Ditambah OS original
  kalau misalnya saya beli windows vista yang baru keluar itu, Rp 3jt . tetap
  tidak sampai 10 jt.

  Dan untuk anggota DPR yang paling banyak juga cuma buat dipake buat email,
  browsing dan office, ya saya kira harganya sangat keterlaluan sekali. apa
  mungkin dia beli laptop chasing nya berlapis emas ?

  Regards,
  Paulus T

Kirim email ke