Kalu tetap mau dapat jatah, laptop diberikan ke yang belum punya saja. Nah, 
minta saja bikin pengumuman besar-besar di bawah sumpah yang belum punya laptop.

wass,
Triyatni
  ----- Original Message ----- 
  From: Bambang Soetedjo 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, March 23, 2007 4:53 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: DPR boleh beli laptop asal...Open 
Source


  Kalau yang diberikan atau dibagi laptop memang membutuhkan untuk kelancaran 
tugas, sepertinya boleh2 saja tapi kalau 550 anggota DPR dibagi laptop seharga 
21 atau 22 juta per laptop, ini menurut saya nggak perlulah. Figur2 yang jelas 
membutuhkan, saya setuju diberi fasilitas laptop, tapi para pejabat berwenang 
kan nggak perlu, kan ada sekretaris2 yang bekerja siang malam, nah mereka2 ini 
yang saya rasa perlu dipikirkan apakah ada relevansinya diberi laptop. Kalau 
memang perlu dan effisien, ok lah, tapi 550 anggota DPR akan mendapat bagian 
laptop, ini sih keterlaluan dan belum tentu effisien dan mungkin hanya trend 
untuk memiliki laptop walaupun belum mahir meng-operasi-kan. Gengsi mereka 
inilah yang menyebabkan menurunnya kwalitas kerja. Mereka sudah dapat fasilitas 
yang melebihi anggota2 pemerintah lainnya a.l.rumah dinas, mobil dinas, telepon 
dinas, GSM dinas, koran dinas, melancong keluar negeri dengan alasan dinas, 
makan2 direstoran dan nginap di hotel berbint ang 5
  pakai fasilitas dinas dan masih banyak lagi dinas2 yang nggak jelas yang 
semua bisa diatur tanpa mengeluarkan uang pribadi sepeserpun. Sepertinya perlu 
sekali adanya pengontrolan. Uang rakyat dipakai sesuka hati tanpa adanya 
kontrol yang ketat karena semua bernaung dibawah payung yang sama. Maaf kalau 
saya salah tanggap.

  Salam
  BS

  

Kirim email ke