IBRAHIM ISA – BERBAGI CERITA
Minggu, 25 Maret 2007
-----------------------------------------------------------------

'KEUKENHOF', DIKAU SUNGGUH 
INDAH DAN CANTIK!

Tidak berkelebihan kesan banyak orang: Sungguh cantik dan indah
'Keukenhof' itu!! 
Ia  bukan seorang gadis muda belia,  jelita, mempesonakan dan  ayu.
Yang sekali bertemu,  begitu melihat pasti ingin melihatnya lagi.
Perlukah dijelaskan lagi? Bahwa 'Keukenhof' itu adalah sebuah taman
bunga.  Tapi bukan sebarang taman bunga.  'Keukenhof" itu adalah
sebuah 'Taman Bunga Musim Semi'   yang   t e r i n d a h   di dunia
ini. Terindah! Itu 'kan  kata orang Belanda!

Tidak, tidak hanya orang Belanda yang berucap demikian. Orang-orang
asing lainnya, yang pernah mengunjunginya juga berkomentar demikian. 
Termasuk orang seperti aku ini, yang memandang Indonesia sebagai
negeri yang paling cantik dan indah di dunia ini,  namun, . . . . 
melihat Taman Bunga Musim Semi Keukenhof, terus saja jatuh  ' c i n t
a  '  padanya. Dari mata turun ke hati, kata orangtua-tua kita. Apakah
tulisan ini bukan reklame gratis untuk 'Keukenhof', untuk Nederland?
Mungkin saja. Tetapi sesuatu yang indah, pantas dinikmati bersama.
Makin banyak yang menikmatinya, makin banyak yang senang dan gembira,
bukankah itu sesuatu yang baik?

Anda bayangkanlah!  Tidak kurang dari 7.000.000  -   t u j u h    j u
t a   ---  bunga Tulip, Krokus, Narsis, Hyacit, Leli dll yang
bermekaran dengan indahnya disitu. Tentu juga  ribuan lagi bunga-bunga
indah  lainnya dari seluruh dunia. Dengan  warna-warni dan bentuk yang
aneka ragam. Sulit mencari kata-kata untuk melukiskan begitu indah dan
begitu menarik serta mencengkam. Tak terbayangkan betapa indahnya.
Juga tidak heran bila tahun lalu (2006), tidak kurang dari 750.000
orang pengunjungnya, 57 000 leibh banyak dari tahun sebelumnya. Dari
pelbagai plosok dunia.

Tak percaya? Dikira tulisanku ini 'asal ngomong' saja, 'asbun'  saja?
  Beginilah! Hanya ada satu cara untuk membuktikannya: Kunjungilah
sendiri 'Taman Bunga Keukenhof'. Memang anjuran ini tampaknya  'hanya'
relevan bagi mereka-mereka yang punya syarat untuk itu. Bagi yang
tinggal di Holland, tentu tidak terlalu berat untuk mengeluarkan
sedikit ongkos (ticket-masuk Euro 13,- per orang dewasa;  umur diatas
65,  Euro 12; dan anak-anak Euro 6,-). Apalagi yang tinggal tidak jauh
dari Lisse, daerah dimana terpampang 32 hektar  lahan  Taman Bunga
Musim Semi terindah di dunia itu. Bila memang hendak mengunjunginya, 
belum terlambat. Baru dibuka tiga hari yang lalu, dan ditutup pada
tanggal 22 Mei 2007.

*   *   *

Ada yang mengatakan bahwa bertamsya melihat taman bunga, itu adalah
untuk orang berpunya, orang kaya.  Bagi orang yang pendapatannya
minim, itu sesuatu yang tidak mungkin. Sesuatu yang lux. Dikatakan
juga bahwa mengenai bunga-bungaan, itu kan bersangkutan dengan masalah
 keindahan. Maka ia adalah  selingan hanya untuk  orang-orang yang
mampu. Kiranya, pendapat yang demikian itu tak benar. 

Menikmati taman bunga yang indah,  kiranya bukan selingan bagi
orang-orang berpunya semata-mata! Benar,  keterbatasan syarat-syarat
ekonomi seseorang,  sering merupakan hunjaman patok-patok  keras
pembatasan-pembatasan kemungkinan dan keleluasaan. Antara lain untuk
bisa bersantai menikmati keindahan yang ada didalam kehidupan-natur 
bumi dan air kita ini. Namun, ---- juga tak dapat dipungkiri! Bahwa
selama ia masih hidup,  entah lama atau sebentar , manusia itu selain
memerlukan  sandang dan pangan, juga memerlukan dan akan berjuang
untuk memenuhi kebutuhan rokhaniahnya, keperluan jiwanya. 
Keinginannnya akan sesuatu yang indah,  yang menyejukkan hati dan
menenangkan fikiran serta menyegarkan kembali jiwa dan rokhaninya.
Apalagi pada saat-saat  situasi bergejolak tak menentu arahnya.
Lebih-lebih lagi diperlukan penyegaran jiwa!

Keperluan itu bukan saja bagi  manusia modern sekarang ini yang taraf
kebudayaannya sudah lebih tinggi dibandingkan dengan manusia-manusia
zaman nenek-moyang kita.Cobalah dijenguk, langsung atau tidak
langsung, ke dalam  khazanh budaya bangsa-bangsa kuno seperti bangsa
Mesir dan India, Tionghoa dan Persia, bangsa Maya di Amerika Latin,
dan jangan sekali-kali dilupakan juga bangsa kita sendiri, bangsa
Indonesia. Betapa pengetahuan, ilmu dan budaya serta  seni dan
keindahan   itu jalin-berjalin  menjadi suatu kesatuan yang utuh

Jangan pula salah tafsir! Ini bukan berfalsafah. Sekadar mengungkap
kenyataan hidup yang ada.

*    *     *

Semiskin-miskinnya kaum tani di pedesaan kita, sepapa-papanya kaum
buruh di daerah kumuh; semua mengerti indahnya bunga melati. Ataupun
bunga kembang sepatu yang menghiasi banyak jalan-jalan. Bila kita
berziarah ke kuburan sanak saudara ataupun sahabat yang sudah
mendahului, dari  kejauhan sudah tampak pohon Kamboja yang sarat
dengan bunga. Dan di pintu  masuk, anak-anak sudah menawarkan
bunga-bungaan yang dibungkus rapi untuk keperluan nyekar bagi yang
sudah meninggal. Untuk ditebarkan diatas kuburan mereka. Itu untuk
orang yang sudah tiada. Dengan sendirinya orang hidup lebih-lebih lagi
memerlukan bunga-bungaan!

*     *     *

Kembali ke cerita tentang  'Taman Bunga Musim Semi Terindah –
KEUKENHOF -  Taman bunga tsb dibangun mulai tahun 1949, atas inisiatif
walikota Lisse ketika itu, WJH Lambooy dan sejumlah pengusaha bunga
Tulip terkenal ketika itu.  Resmi dibuka pada tahun 1950. Mengapa
taman bunga ini bisa sukses dan menjadi terkenal di seluruh dunia? Tak
lain tak bukan, karena ia dengan sungguh-sungguh dikelola secara
profesional dan mendapat perhatian dan dukungan tidak kurang dari
Kerajaan. Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard adalah pelindung Taman
Bunga Keukenhof. Sejak berdirinya  'Keukenhof' didukung, ditopang dan
disupply oleh tidak kurang dari 92 perusahaan pengekspor bunga. Itulah
sebabnya pula Keukenhof merupakan wajah hidup dan reklame dari 
SIERTEELT INDUSTRIE   Belanda,  yaitu industri tanaman dan
bunga-bungaan Belanda. 

Belanda memang 'jagoan' dalam  'sierteeltindustrie'. Di dunia, 
Belanda menduduki tempat pertama di bidang ini. Bunga-bungaan dan
tanaman (indah) yang diekspor Nederland meliputi 52% dari seluruh
ekspor dunia. Dengan nilai sebesar 6,4 milyar dolar Amerika (USD).  

Bunga Tulip yang menempati kedudukan pertama di Taman Bunga Keukenhof,
sesunguhnya bukan asli dari Belanda. Tulip yang dalam  bahasa Persia
disebut TULIPAN artinya sorban.  Tulip adalah bunga yang berasal dari
bagian selatan Eropah, Afrika Utara dan Asia dan bahkan Jepang.
Pusatnya ketika itu terletak di Iran,  Kazakhstan dan Afghanistan.
Juga  Turki. Ketika itu sultan-sultan dari kerajaan Ottoman
menyematkan bunga Tulip pada sorban mereka sebagai simbol. Baru dalam
tahun 1562 Tulip masuk Eropah Barat lewat Antwepen, Belgia. Sekitar
1593 baru muncul di Nederland. Itu keadaan lebih 400 tahun yang lalu. 

Tetapi sekarang adalah Nederland yang punya hak menyatakan sebagai
negeri Tulip. * * *

Kirim email ke