Uang haram pasti akan membawa celaka kalau ada pihak2 yang ingin memutihkan 
uang curian hasil korupsi. Percayalah pasti akan ada seorang penyelamat yang 
akan meluruskan semua ketidak adilan ditanah air tercinta kita ini. Sejak 
pertama membaca pernyataan JK saya sudah berprasangka kurang baik karena sejak 
kapan Tommy kerja untuk kepentingan masyarakat dengan budi luhurnya dan tanpa 
pamrih. Pengadilan ditanah air memang ajaib. Seorang pembunuh bisa berkeliaran 
secara bebas hanya dalam kurun waktu pendek meringkuk di tahanan dan banyak 
penyelamatnya pula yang notabene pejabat yang berkoar koar bahwa uang Tommy 
bukan hasil korupsi. Buktikan secara transparan dulu baru kita percaya dan 
jangan berdalih yang nggak masuk akal. Memangnya rakyat bodoh walaupun selama 
orba kita diusahakan supaya bodoh dan menerima apa kata pemimpin dizaman orba. 
Kekuasaan masa lalu sudah lewat sebab itu silahkan informasikan secara 
transparan agar para pejabat nggak dicaci maki oleh kita2 yang bisanya
 hanya memberikan kritik tanpa didengar karena sebagian besar pejabat tuli dan 
tidak punya hobby baca. Mereka hanya bisa baca angka yang membuat mata mereka 
hijau. Mohon maaf kalau saya kurang sopan menyampaikan unek2 saya dalam forum 
ini.
   
  Salam
  BS

Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Presiden/Wapres Harus Hati-hati
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/26/Politikhukum/3410707.htm
=========================

Jakarta, Kompas - Pemerintah, terutama Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, diminta lebih berhati-
hati dalam bersikap dan menyampaikan pernyataan. Dengan demikian, tak 
ada kesan pemerintah melindungi seseorang, termasuk pejabat dan 
pengusaha, dari proses penegakan hukum. 

Saran itu disampaikan Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan dan 
Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corupption Watch (ICW) Teten 
Masduki, secara terpisah, Minggu (25/3) dan Sabtu (24/3) di Jakarta. 

Keduanya menyesalkan pernyataan Wapres yang meminta semua pihak 
berpikir tenang dan tidak selalu mencurigai sesuatu, termasuk soal 
pencairan uang yang diduga milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy 
Soeharto di Banque Nationale de Paris (BNP) Paribas London lewat 
rekening Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2004 
(Kompas, 24/3). Pernyataan itu dikhawatirkan berdampak buruk terhadap 
upaya penegakan hukum di Indonesia. 

"Jangan sampai ada kesan, pernyataan Wapres itu sebagai bentuk 
intervensi terhadap penegakan hukum dan melindungi seseorang. 
Idealnya, Wapres menyatakan silakan saja kasus itu diselidiki penegak 
hukum," kata Trimedya. 

Teten juga menyesalkan Presiden Yudhoyono yang bertemu dengan 
pengusaha Anthony Salim. Padahal, Anthony tengah diselidiki polisi, 
terkait kasus dugaan penggelapan aset Badan Penyehatan Perbankan 
Nasional (BPPN) tahun 1998-2000. "Bagaimana ingin membasmi korupsi 
jika orang yang diperiksa pun malah diterima Presiden Yudhoyono," 
kata Teten. 

Sikap Presiden itu juga bisa diartikan tidak ada dukungan dari 
pemimpin nasional pada upaya penegakan hukum di negeri ini. 

Kontradiktif 

Trimedya menambahkan, pernyataan Wapres juga kontradiktif. "Jangan 
bilang masyarakat agar tidak curiga, tetapi mengaku tidak hafal 
undang-undang," katanya. Ini bisa menimbulkan kebingungan pada 
masyarakat. 

"Saya kira, meski pernyataan itu berangkat dari sisi logika, tidak 
sepatutnya dilontarkan Wapres. Tendensinya, itu melindungi Yusril 
Ihza Mahendra dan Hamid Awaludin," tutur Teten. 

Teten dan Trimedya sepakat, kejaksaan dan kepolisian juga harus 
mengusut pencairan uang di rekening Motorbike di BNP Paribas London. 
Penyelidikan juga diarahkan pada kemungkinan pejabat Indonesia 
mendapatkan sesuatu dari pencairan yang memakai rekening pemerintah 
itu. 

Menurut Teten lagi, seharusnya pemerintah mendukung upaya Kejaksaan 
Agung sebagai pengacara pemerintah untuk merebut aset negara yang 
kemungkinan dikuasai orang lain untuk kepentingan negara. Secara 
legal dengan bingkai hukum, apalagi saat ini sudah ada Konvensi PBB 
Antikorupsi yang sudah diratifikasi Indonesia, sebenarnya mudah untuk 
menelusuri dan membekukan uang Tommy Soeharto. (IDR/HAR/VIN) 



         

         
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke