Masalahnya kroni mbah Harto ini masih berkeliaran dan masih menduduki posisi
strategis dalam pemerintahan SBY ini, jadi arep opo maneh kawans, semua
berlindung dibawah satu payung dan payung itu bernama ........., mohon diisi
sendirilah, nanti aku kena cekal.
Salam prihatiiiiin banget,
BS
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Oleh M Fadjroel Rachman
Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan(Pedoman
Indonesia)
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/26/opini/3411247.htm
==============================
Anda pasti percaya karena tidak mungkin mantan presiden berbohong
sampai dua kali bukan? Tetapi sekarang Anda pasti terkejut, harta
siapakah senilai 36 juta euro atau Rp 435 miliar yang dibekukan
Banque Nationale de Paris (BNP) Paribas cabang Guernsey oleh Finance
Intelligence Service, pengawas pergerakan uang di Inggris? Dana
tersebut dicurigai milik Soeharto!
Garnet Investment Limited milik Tommy Soeharto sekarang berebut
dengan Pemerintah Indonesia melalui Pengadilan Distrik Guernsey,
Inggris. Namun, uang "Tommy Soeharto" sebesar Rp 90 miliar atau 10
juta dollar AS yang juga dibekukan oleh BNP Paribas cabang London
sudah ditransfer melalui rekening Direktorat Administrasi Hukum Umum
Departemen Hukum dan Perundang-undangan, yang "dipinjamkan" Menteri
Yusril Ihza Mahendra, mantan penulis pidato (ghost writer) Soeharto,
dan diurus kantor pengacara miliknya, Ihza & Ihza. Pada Februari
2005, uang tersebut mengalir ke rekening negara tersebut ketika
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dipimpin Hamid Awaludin.
Tampaknya, semua uang, baik di London maupun Guernsey, adalah uang
yang ditransfer Tommy Soeharto pada 22 Juli 1998 senilai 60 juta
dolar AS, dua bulan setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998. Kenapa
BNP Paribas Guernsey ngotot menahannya, dan Pemerintah Indonesia
ngotot mengambil alih, Marty Natalegawa, Duta Besar Indonesia di
Inggris, mengatakan kepada Financial Times (22/1) bahwa "the money is
beneficially owned by the Republic of Indonesia because it was
obtained by corrupt use of power during the Soeharto era."
Harta Soeharto Inc
Kerajaan bisnis Tommy, bagian dari Soeharto Inc, bagaikan laba-laba
raksasa, berkembang di antaranya dengan perlindungan Soeharto melalui
Inpres No 2 Tahun 1996 dan Keppres No 42 Tahun 1996 tentang Mobil
Nasional, atau Keppres No 8/1980 tentang Tata Niaga Cengkeh.
Masyarakat Transparansi Indonesia pada 1999 mengkaji ada 79 keppres
berindikasi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), yang
dikeluarkan Soeharto dari 528 keppres rezim Soeharto-Orde Baru pada
periode 1993-1998.
Perusahaan induk Tommy Soeharto adalah PT Humpuss, memiliki 48
perusahaan di dalam negeri pada industri perdagangan, produk metal,
kehutanan, kimia, makanan dan minuman, jasa,
properti/perkantoran/perbelanjaan, konstruksi, transportasi dan
otomotif, farmasi, dan keuangan. Sementara itu, di luar negeri, 14
perusahaan tersebar di Singapura, Panama, Liberia, Hongkong, dan
Cayman Islands. Nama-nama perusahaan tersebut tercatat sebagai bukti
hukum ketika terjadi gugatan Soeharto terhadap majalah Time, yang
dimenangi Time (Penerbit Buku Kompas, 2001). Perusahaan Garnet
Investment Limited berbasis di Tortola, British Virgin Islands, belum
tercatat di dalamnya.
Ada beberapa pola penyelamatan harta Soeharto Inc pascalengsernya
Soeharto. Pertama, membuat perusahaan baru di dalam dan luar negeri.
Kedua, menitipkan uang kepada para konglomerat atau pengusaha sahabat
keluarga. Ketiga, membeli saham perusahaan lain di pasar modal dalam
dan luar negeri. Keempat, mematikan perusahaan lama dan memindahkan
asetnya ke perusahaan baru. Kelima, menyimpan aset tunai ke perbankan
atau lembaga keuangan asing dengan nama rekanan asing atau perusahaan
baru seperti Garnet Investment Limited.
Soeharto Inc memiliki sekitar 350 perusahaan di dalam dan luar
negeri. Pemiliknya enam anak Soeharto dan satu cucu, yaitu Siti
Hardiyanti Rukmana, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti
Hediati Harijadi, Hutomo Mandala Putra, Siti Hutami Endang
Hadiningsih, dan Ari Harjo Wibowo (cucu).
Sikap mendua
BNP Paribas cabang Guernsey dan Finance Intelligence Service berjasa
besar membuka ingatan kita tentang kejahatan korupsi Soeharto Inc
yang secara sistematis dilupakan oleh pihak eksekutif, yudikatif, dan
legislatif. Bahkan Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI dan Ketua Umum
Partai Golkar, mengatakan bahwa harta Tommy Soeharto tidak
bermasalah, mendahului keputusan Pengadilan Distrik Guernsey.
Nah, di tengah sikap mendua para pejabat tinggi terhadap Soeharto,
dari pembelaan Jusuf Kalla atas asal-usul harta Soeharto Inc dan
Jaksa Agung yang sudah mengeluarkan SKP3 untuk Soeharto, tentu publik
sangat sangsi terhadap tekad Jaksa Agung memburu harta Soeharto Inc.
Di tengah kesangsian tersebut, berapakah sebenarnya nilai harta
Soeharto Inc yang perlu diburu?
Transparency International menempatkan Soeharto sebagai pemimpin
politik terkorup di dunia, perkiraan korupsi senilai 35 miliar dollar
AS (2004), Newsweek (Januari 1998) memperkirakan 40 miliar dollar AS,
dan majalah Forbes menobatkan Soeharto sebagai orang terkaya keempat
di dunia (28 Juli 1997). Perkiraan moderat harta Soeharto Inc adalah
60 miliar dollar AS plus bunga tentu saja!
Jadi, uang di Guernsey dan London hanya uang recehan bagi Soeharto
Inc. Jika uang 10 juta dollar AS dari BNP London sudah kembali ke
Indonesia, di mana sekarang disembunyikan? Jika berada di bank
pemerintah atau swasta di Jakarta, kenapa tidak dikejar oleh Jaksa
Agung? Tentu lebih mudah mengejar dan mengambil alihnya daripada di
luar negeri? Bukankah aset Soeharto Inc bertaburan di Indonesia, di
Jakarta saja dengan mudah siapa pun bisa menunjuknya secara langsung.
Apabila harta Soeharto Inc di dalam negeri tidak diburu, Jaksa Agung
akan membenarkan pepatah "kuman di seberang lautan nampak, sedangkan
gajah di pelupuk mata tidak nampak". Jangan tanggung, jangan
kepalang, mari kita berburu semua harta Soeharto Inc di dalam dan
luar negeriĀseperti dilakukan Pemerintah Filipina terhadap harta
MarcosĀuntuk kesejahteraan rakyat Indonesia yang digulung bencana,
busung lapar, dan kemiskinan. Tentu hasilnya tidak untuk membantu 550
anggota DPR yang sedang berpesta laptop, atau studi banding ke luar
negeri di tengah kesengsaraan rakyat sekarang ini.
Perkara Soeharto Inc memang perkara kakap. Tak pernah terjadi di mana
pun rekening pemerintah, celakanya lagi rekening Departemen Hukum dan
HAM, dipakai oleh "pemimpin politik terkorup di dunia dan
keluarganya", diperlakukan layaknya rekening pribadi. Ini betul-betul
skandal politik paling memalukan dan penyalahgunaan kekuasaan secara
telanjang!
Siapa pun yang terlibat mesti bertanggung jawab secara hukum, dan
Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Hukum dan HAM Hamid
Awaludin seharusnya mengundurkan diri/diberhentikan untuk menjaga
integritas moral dan politik pemerintah.
Saatnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertindak tegas!
Mungkinkah? Perombakan kabinet adalah cara terbaik saat ini. Jangan
ragu, jangan bimbang, kesejahteraan rakyat lebih utama daripada
sekadar kursi kekuasaan. Tidak terpilih lagi pada Pemilu 2009 karena
kebijakan yang berpihak kepada rakyat adalah lebih baik daripada
dikenang sebagai presiden yang mengkhianati cita-cita kedaulatan dan
kesejahteraan rakyat.
Saatnya SBY menjadi negarawan, bukan sekadar politisi yang medioker.
Selain kewajiban kita, warga negara Indonesia, untuk tidak lupa dan
tidak membiarkan pejabat negara berkongkalikong menyelamatkan harta
(daripada) Soeharto Inc. Mari berburu harta Soeharto Inc!
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]