Yth.Anggota dewan perwakilan
   
  Kalau memang kita belajar dari mas Tukul, kita seharusnya malu, kalau kita 
minta fasilitas negara. Belilah pake uang sendiri, toh laptop itu bersifat 
pribadi. Jenis program apa yangdibutuhkan? Apakah harus 21 juta/unit. Apakah 
ini bentuk kristalisasi keringat Anda?

deronda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Tulisan Eddy Satriya di hal 34 ini memang mendukung kalau anggota DPR 
pakai Laptop. Saya pun setuju... 100%.

Tetapi pakai uang SENDIRI lah! Masak hal yang bersifat komputer pribadi harus 
disediakan negara. Masak itu jadi inventaris negara seperti Agung Laksono 
bilang? lalu data-data pribadi masak dihapus dan dikembalikan kalau sudah 
selesai jadi anggota DPR? Teknologi kan berubah terus, nanti laptop yang dibeli 
sekarang pasti ketinggalan jaman 2,5 tahun lagi. 

Tolong pakai uang sendiri... Malah anggota DPR akan menghargai apa yang 
dibelinya sendiri.Tukul aja kerja dengan keringat sendiri, masak anggota DPR 
berdasi makan uang rakyat secara gratisan! Maaf ya... 

Salam Damai,
deronda

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
 New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more 
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke