Telah terbit buku "Melawan dengan Restoran", karya Sobron Aidit dan 
Budi Kurniawan. 

Buku ini memberi inspirasi soal perlawanan. Dunia perlawanan 
seringkali dipenuhi jargon-jargon heroik dan metode yang njelimet. 
Berbagai teori juga kisah mengenai dunia perlawanan selalu dibumbui 
dengan beragam hal. Mulai dari soal cara pengumpulan massa dan 
bagaimana mengorganisirnya sehingga tujuan yang hendak dituju 
tercapai. Dunia perlawanan juga melahirkan beragam ikon. Baik yang 
ngepop, maupun yang serius dan bisa membuat kening berkerut. 

Buku ini sepenuhnya tak membuat pembaca sulit mencerna kisah dan 
aroma perlawanan yang ada di dalamnya. Buku yang berasal dari 
wawancara dan pendalaman dengan Sobron Aidit, adik kandung Ketua CC 
Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit, lebih banyak 
menceritakan tentang perlawanan dengan menggunakan medium sederhana: 
restoran dan makanan.

Dari restoran yang hingga kini masih berdiri dan beraktivitas di 
Paris, Prancis, para pelarian politik menyusun kekuatan melawan 
rezim Orde Baru pimpinan Soeharto. Di restoran ini juga banyak aktor-
aktor perlawanan berkumpul. Tak hanya itu, restoran bernama Restoran 
Indonesia ini juga menjadi tempat para pelarian politik muda yang 
dikejar-kejar Orba berteduh. Budiman Sudjatmiko, Yeni Rosa 
Damayanti, dan Sri Bintang Pamungkas, turut merasakan amannya 
berteduh di restoran ini. 

Dari kisah yang dituturkan secara ringan dan runtut, buku ini 
setidaknya bisa mengajarkan kepada pembaca yang menaruh minat besar 
pada koreksi terhadap kekuasaan, bahwa melawan ternyata bisa 
dilakukan tanpa harus mengibarkan panji-panji kekerasan. Dengan 
makanan dan restoran pun perlawanan –juga penyadaran—bisa dilakukan.


HADIRI JUGA PELUNCURAN BUKU MELAWAN DENGAN RESTORAN DAN DISKUSI DI 
GOETHE INSTITUTE JALAN SAM RATULANGI, MENTENG, PADA  
HARI    : JUMAT, 30 MARET 2007
PUKUL   : 19.00 WIB.

Salam hangat,
Budi Kurniawan





Kirim email ke