Kalau tidak ada laptop, kinerjanya memble? 
  Ada jaminan kalau punya laptop kinerjanya jadi optimal 100%?
  Kalau memang merasa amat sangat butuh, kan bisa beli pakai gaji sendiri yang 
besar itu. Yang harganya kurang dari 10 juta rupiah juga ada. Malas bayar 
kontan, ya mencicil saja. 
   
  Sepengetahuan saya, laptop 20-an juta spesifikasinya sudah canggih banget 
banget banget, dan IMHO berdasarkan pengalaman kerja, saya pikir yang butuh 
spek secanggih itu paling yang pekerjaan berkaitan erat dengan teknologi dan 
urusan rancang-merancang. Wakil rakyat paling-paling pakai Microsoft Office, 
Adobe Photoshop supaya bisa buka file-file JPG, atau produk-produk sejenis yang 
open-source, internet, dan sedikit games penghilang kantuk. Mereka kira 
masyarakat lugu sekali ya soal teknologi?
   
  Hati nurani wakil rakyat sudah mati berkali-kali. Ya urusan naik gaji, lah, 
tunjangan ini-itu, studi banding ke luar negeri yang tidak ada hasilnya (bisa 
dikerjakan lewat internet gitu lho...), sekarang urusan laptop pula. Capek 
banget dirampok sama wakil sendiri.  
   
   
  salam,
  Yuni

  
Deny Sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Tadi pagi saya melihat tanyangan televisi, yang memuat berita tentang Ibu 
Angelina Sondakh .... salah satunya memuat tentang laptop ...
Menurut berita itu, beliau termasuk anggota DPR yang menyatakan bahwa Laptop 
itu perlu untuk meningkatkan kinerja DPR .... CMIIW .. sayang saya lupa di 
acara apa ... 
Mungkin itulah jawaban beliau atas lalu lintas pertanyaan kita kepada YANG 
TERHORMAT ANGGOTA DPR yang MENJADI ANGGOTA MILIS FPK mengenai Laptop .... 
Mudah-mudahan ini tidak mewakili semua anggota DPR yang jadi anggota milis FPK 
.... 
atau mungkin diam-diam sudah unsubscribe dari milist .... risi dengan komentar 
kita-kita.
 

Kirim email ke