Memang kalau dibandingkan Malaysia kita harus malu karena Visi 2020 yang mereka 
cananngkan 30  tahun yang lalu secara bertahap dan pasti telah mereka wujudkan. 
Kondisi Indonesia dengan strategi pembangunan kerangka landasan dan tinggal 
landas yang diilhami oleh pemikiran Rostow di zaman Orba telah berakhir dengan 
"tinggal amblas". Peluang sekarang dan 23 tahuhn kedepan pasti jauh lebih sulit 
bagi kita. China  dan bahkan mungkin India sudah menjadi super power ekonomi 
dunia yang baru yang akan mendominasi industri manufakturing. Apa yang akan 
tersisa bagi Indonesia. Sektor pertanian yang amburadul tanpa konsep yang jelas 
telah membuat para petani kita semakin menderita. Visi Indonesia 2030 kalau 
toch harus disusun perlu pemikiran progresip revolusioner dengan memperhatikan 
phenomena yang berkembang baik di dalam negeri maupun global kontemporer. Kalau 
tidak yah tentu hanya sekedar "visi-visian"!? Salam Tjuk KS 

Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          membaca berita bagaimana Visi 
Indonesia 2030 diluncurkan tentunya perlu disambut antusias, sebagai sebuah 
mimpi yang bukan mustahil dicapai bangsa indonesia, walaupun tidak disebutkan 
bagaimana perkembangan bangsa lain di asia pada tahun yang sama, bukankah kita 
sama-sama tahu bahwa bangsa indonesia tertinggal jauh bahkan dengan malaysia 
bangsa serumpun, bagaimana mengejar ketertinggalan tersebut ? usaha apa yang 
dilakukan tidak terpapar secara jelas, padahal untuk menjadi bangsa yang maju, 
yang pertama harus kita lakukan adalah memerangi korupsi, yang luar biasa dalam 
peristiwa tersebut adalah bahwa presiden mengundang para pengusaha/konglomerat 
generasi baru, bahkan ada diantaranya pengusaha yang tengah diperiksa polisi 
dalam kasus asset-asset bodong yang menjadi penguasaan BPPN, malah dijual 
kepada marubeni.
sungguh aneh dan ironis, membicarakan visi indonesia 2030 dengan pengusaha 
bermasalah, mengapa tidak dihadirkan para juara olimpiade fisika dan matematika 
asal indonesia, atau para penemu muda (young inventor).
sayang sekali, yang hadir malah para pengusaha, nampaknya SBY mengulangi pola 
yang sama dengan mentornya yaitu Suharto, jika ada event nasional yang diundang 
adalah para konglomerat, yang pada akhirnya jatuh bersama-sama. ironis !!!

salam
iwan


---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke