betul sekali bung, tidak ada konsep yang jelas kita mau jadi negeri apa, 
manufaktur (hanya sebagai industri rakitan) tanpa penguasaan teknologi, 
manufaktur dengan memanfaatkan kekuatan lokal seperti garment, apparel, 
meubelair, rotan dll atau pertanian dengan mengutamakan produk unggulan ataupun 
perikanan dengan budidaya seperti udang, tiram, dll
tidak fokus dan kehilangan arah yang ada negara kita hanya menjadi etalase 
produk-produk luar bahkan serbuan produk-produk cina berkualitas rendah dan 
murahan. tidak ada industri unggulan berbasis teknologi tinggi ciptaan anak 
bangsa, atau pertanian dengan memanfaatkan high technologi.
ironis memang, negeri yang kaya sumber alam sekarang jadi bangsa gembel yang 
konsumtif dan senang berhutang.
bangsa yang mempunyai pendapatan per kapita sangat rendah bahkan sekian persen 
berpenghasilan dibawah 2 dollar per hari.


tjuk kasturi sukiadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                 
 Memang kalau dibandingkan Malaysia kita harus malu karena Visi 2020 yang 
mereka cananngkan 30  tahun yang lalu secara bertahap dan pasti telah mereka 
wujudkan. Kondisi Indonesia dengan strategi pembangunan kerangka landasan dan 
tinggal landas yang diilhami oleh pemikiran Rostow di zaman Orba telah berakhir 
dengan "tinggal amblas". Peluang sekarang dan 23 tahuhn kedepan pasti jauh 
lebih sulit bagi kita. China  dan bahkan mungkin India sudah menjadi super 
power ekonomi dunia yang baru yang akan mendominasi industri manufakturing. Apa 
yang akan tersisa bagi Indonesia. Sektor pertanian yang amburadul tanpa konsep 
yang jelas telah membuat para petani kita semakin menderita. Visi Indonesia 
2030 kalau toch harus disusun perlu pemikiran progresip revolusioner dengan 
memperhatikan phenomena yang berkembang baik di dalam negeri maupun global 
kontemporer. Kalau tidak yah tentu hanya sekedar
 "visi-visian"!? Salam Tjuk KS 
 
 Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          membaca berita bagaimana Visi 
Indonesia 2030 diluncurkan tentunya perlu disambut antusias, sebagai sebuah 
mimpi yang bukan mustahil dicapai bangsa indonesia, walaupun tidak disebutkan 
bagaimana perkembangan bangsa lain di asia pada tahun yang sama, bukankah kita 
sama-sama tahu bahwa bangsa indonesia tertinggal jauh bahkan dengan malaysia 
bangsa serumpun, bagaimana mengejar ketertinggalan tersebut ? usaha apa yang 
dilakukan tidak terpapar secara jelas, padahal untuk menjadi bangsa yang maju, 
yang pertama harus kita lakukan adalah memerangi korupsi, yang luar biasa dalam 
peristiwa tersebut adalah bahwa presiden mengundang para pengusaha/konglomerat 
generasi baru, bahkan ada diantaranya pengusaha yang tengah diperiksa polisi 
dalam kasus asset-asset bodong yang menjadi penguasaan BPPN, malah dijual 
kepada marubeni.
 sungguh aneh dan ironis, membicarakan visi indonesia 2030 dengan pengusaha 
bermasalah, mengapa tidak dihadirkan para juara olimpiade fisika dan matematika 
asal indonesia, atau para penemu muda (young inventor).
 sayang sekali, yang hadir malah para pengusaha, nampaknya SBY mengulangi pola 
yang sama dengan mentornya yaitu Suharto, jika ada event nasional yang diundang 
adalah para konglomerat, yang pada akhirnya jatuh bersama-sama. ironis !!!
 
 salam
 iwan
 
 ---------------------------------
 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
   
 ---------------------------------
 Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke