Laporan Wartawan Kompas Sutta Dharmasaputra
http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0703/27/142259.htm
======================

JAKARTA, KOMPAS--Memperhatikan derasnya kritik masyarakat dan 
penolakan di internal, Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya 
membatalkan pembelian 550 laptop untuk anggota Dewan yang 
menghabiskan anggaran Rp 12,1 miliar.
     
Ketua DPR Agung Laksono didampingi Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif dan 
Sekjen DPR Faisal Djamal mengumumkan keputusan itu usai Rapat 
Pimpinan DPR Darurat di Gedung DPR, Selasa (27/3) sore.

Menurut Agung, rencana pembelian laptop sesungguhnya sudah merupakan 
kesepakatan pleno Badan Urusan Rumah Tangga, rapat  pimpinan alat 
kelengkapan DPR, dan rapat pleno anggaran. Namun menjelang 
pelaksanaan, publik menolak termasuk kalangan anggota DPR 
sendiri. "Berarti ada yang tidak klop. Oleh karena itu Pimpinan Dewan 
memutuskan membatalkan pembelian laptop," kata Agung.

Sebelum Rapat Pimpinan Darurat itu digelar, Sekjen DPP PDI Perjuangan 
Pramono Anung menyampaikan surat secara resmi kepada Pimpinan DPR 
yang isinya menolak pengadaan laptop karena dinilai tidak tepat di 
tengah kondisi rakyat yang sedang susah. 

DPP PDI-P juga meminta Pimpinan DPR dan Sekjen untuk tidak 
mengalokasikan pengadaan laptop bagi 109 anggota F-PDIP di DPR. 
Pramono Anung diterima Zaenal Ma'arif.

Sejumlah pimpinan dan angota fraksi lain, banyak  juga yang menolak 
pengadaan laptop. Mereka banyak bersuara di media massa. Tapi, yang 
memberi surat resmi penolakan ke Pimpinan DPR hanya PDI-P.


Kirim email ke