Sekali lagi isi komentar rekan Wahyu dan Cahyadi terkesan 
menyalahkan secara sepihak tindakan rakyat semacam mencuri air, 
listrik, dsb, yang sebenarnya kesalahan sebagian rakyat ini tidak 
bisa DIPUKUL-RATAKAN dilakukan oleh (lembaga yang bernama) RAKYAT. 

Apakah kita sebagai bagian dari rakyat mau menanggung sanksi hukum 
perbuatan sebagian rakyat yang lain? Emangnya seluruh rakyat sepakat 
melakukan pencurian air dan listrik? Ingat pula prilaku melanggar 
hukum oleh sebagian rakyat jelas merugikan sebagian rakyat yang 
lain).

Saya sudah menulis bahwa perbuatan melanggar hukum sebagian rakyat 
ini TIDAK dilakukan secara MELEMBAGA oleh rakyat (jadi kita semua 
secara otomatis ikut terlibat dalam perbuatan tsb), melainkan secara 
individual karena rakyat bukan lembaga negara dan prilaku beberapa 
individu juga merugikan individu2 yang lain yang sama2 bagian dari 
rakyat.

Aparat pemerintah jelas bersalah (dan SEHARUSNYA DIBERI SANKSI 
sesuai UU yang dibuat pihak legislatif/DPR atau berdasarkan aturan2  
hukum yang berbasis pada UU) jika membiarkan SEBAGIAN rakyat SECARA 
INDIVIDUAL melanggar hukum (walaupun waktu pelaggaran terjadi 
bersamaan dan mengikuti pola main kroyokan rame2 ala FPI). 

Jelas dalam kasus ilustrasi di atas tersirat kewajiban pihak 
legislatif/DPR untuk secara pro-aktif memberi tameng hukum pada 
setiap tindakan pemerintah dalam penertiban negara agar aparat 
pemerintah tidak ragu2 bertindak terhadap mereka yang tidak tertib 
dengan alasan kuatir dituduh bertindak se-wenang2. 

Peran yudikatif?

Seandainya pun aparat pemerintah dan DPR sudah bekerja sama dengan 
baik dalam kinerja mereka dengan menjebloskan individu2 yang 
bersalah di tahanan, tetap saja para tersangka masih bisa bebas 
menghirup udara segar jika lembaga yudikatif melempem dalam menindak-
lajuti para tersangka yang sudah diseret aparat pemerintah.

Kita mengkritik lembaga DPR dengan (lebih) KERAS sebab setiap 
lembaga TINGGI negara (seperti halnya lembaga ke presidenan dan MA, 
dalam kasus eksekutif dan yudikatif) memiliki hak2 dan kewenangan 
yang LEBIH BANYAK dan LEBIH KUAT sehingga secara logis mereka 
memiliki KEWAJIBAN-KEWAJIBAN YANG LEBIH BERAT.

Singkatnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, disalahkan 
sendirian atau dipuji sendirian. Lembaga2 legislatif, yudikatif dan 
setiap individu seharusnya ikut membantu pemerintah, termasuk 
mengkritisi pemerintah.

Salam

--- In [email protected], "Cahyadi Juananda" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hehehe...aneh ya Pak,
> Saya juga bingung, namun apa mau dikata, itu bukanlah logika saya, 
tapi itulah yang saya saksikan sehari-hari.
> 
> Itu kenyataan...tanpa embel-embel.
> 
> salam 
> Cahyadi
> 
> -----Original Message-----
>     From: "Wahyu"<[EMAIL PROTECTED]>
>     Sent: 29/03/07 1:17:06 PM
>     To: "[email protected]"<Forum-Pembaca-
[EMAIL PROTECTED]>
>     Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Saya Tidak Setuju Anggota 
DPR Mendapatkan Laptop!
>       haduh...logika pak Cahyadi kok aneh gini ya?
>     
>     makanya untuk menghindari kerusuhan dll, pemerintah harus 
menjalankan
>     kewajibannya yaitu law enforcement.
> 
>     
>     cahyadi_juananda>  Wed Mar 28, 2007 6:51 am (PST)
>     Susah Pak, ntar dikatakan melanggar HAM, mengerahkan massa, 
dll. Ntar sara
>     lagi, kerusuhan, dll.
>     
>     Pandangan maling kecil emang susah dimengerti

Kirim email ke