Pertama, saya tidak pernah bilang bahwa Rakyat itu adalah lembaga.

Kedua, pencurian itu memang dilakukan bersama-sama di beberapa perkampungan.

Ketiga, jelas rakyat yang tidak melakukan pasti saja tidak mau ikut menanggung 
kesalahannya. Karena rakyat yang tidak melakukan hal itu pastilah warga yang 
lebih baik budi pekertinya dan sadar hidup berbangsa dengan benar. Tentu saja 
tidak bisa disamaratakan Pak.

Contohnya Anda, saya yakin Anda melaksanakan kewajiban sebagai rakyat dengan 
baik, tidak mencuri air dan listrik, tidak menunggak pajak, dll. Ya itu 
bukanlah kategori yang saya maksudkan (you must be joking if didn't know what I 
mean).

Yang saya inginkan justru seperti revolusi China, siapapun (pejabat ataupun 
rakyatnya) yang salahvya dieksekusi. Titik. Tidak tebang pilih.

Jadi tidak akan ada kasus Laptop DPR yang tidak mutu ini. Serta pencurian oleh 
rakyat kecil juga tidak ada. Kan enak.

Jadi maling dan pengemis kok bangga  ???

I just don't get it, no idea....

Salam
Cahyadi

-----Original Message-----
    From: "loekyh"<[EMAIL PROTECTED]>
    Sent: 30/03/07 2:08:10 PM
    To: 
"[email protected]"<[email protected]>
    Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Saya Tidak Setuju Anggota DPR 
Mendapatkan Laptop!
Sekali lagi isi komentar rekan Wahyu dan Cahyadi terkesan menyalahkan secara 
sepihak tindakan rakyat semacam mencuri air, listrik, dsb, yang sebenarnya 
kesalahan sebagian rakyat ini tidak bisa DIPUKUL-RATAKAN dilakukan oleh 
(lembaga yang bernama) RAKYAT. 
    
Apakah kita sebagai bagian dari rakyat mau menanggung sanksi hukum perbuatan 
sebagian rakyat yang lain? Emangnya seluruh rakyat sepakat melakukan pencurian 
air dan listrik? Ingat pula prilaku melanggar hukum oleh sebagian rakyat jelas 
merugikan sebagian rakyat yang lain).


Kirim email ke