Berani taruhan, besok ada sanggahan dari Najib Tun Razak: "Malaysia Tidak Pernah Minta Maaf".
Omong-omongan di sela rapat bukan tanggapan resmi, ngapain disiar- siarkan? Kalau membaca konteksnya, yang diucapkan Menhan Malaysia itu cuma basa-basi agar hubungan dia dan Juwono tidak ikut-ikutan tegang. Namanya politisi mesti pintar-pintar diplomasi. Masalah boleh runcing, hubungan baik mesti tetap terjaga. Saya kok rindu sama Kompas yang "dewasa" dulu. Andi --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.kompas.co.id/kompas- cetak/0703/29/Politikhukum/3415312.htm > ========================= > > Jakarta, Kompas - Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Hj Zainal Abidin > bin Hj Zin secara informal meminta maaf kepada Menteri Pertahanan > Juwono Sudarsono terkait peristiwa di kawasan perairan Ambalat yang > berbatasan dengan Malaysia. > > Permintaan maaf itu disampaikan Zainal di sela-sela pertemuan > informal Menteri Pertahanan se-Asia Tenggara kedua di Bali, Sabtu > pekan lalu. "Menteri Pertahanan Malaysia berjanji akan lebih memberi > peringatan kepada anak buahnya di lapangan atau di laut," ujar Juwono > di Sekretariat Negara, Rabu (28/3). > > Menurut Juwono, Zainal menggunakan kalimat, "budak-budak di sana > (anak buah) memang kurang dikendalikan" saat menjelaskan peristiwa di > perairan Ambalat bisa terjadi. > > "Kita juga ingin pada tingkat pelaksanaan di lapangan diperhatikan > soal kejenuhan petugas patroli. Karena kejenuhan, petugas suka main- > main dan mengganggu," ujar Juwono. > > Untuk masalah Blok Ambalat, menurut Juwono, yang penting ada rules of > enggangement (aturan pelibatan) yang dipatuhi. Dengan aturan itu, > setiap kali ada pelanggaran dan setelah diberi peringatan, pelanggar > pergi. > > Menurut Juwono, pelanggaran kedaulatan bisa terjadi lantaran > perbatasan di laut sering kali sulit dipastikan terkait masalah > perhitungan koordinat. "Kita pahami, mereka tidak ada niat untuk > sengaja melanggar," ujarnya. > > Terkait permintaan maaf ini, Atase Pertahanan Malaysia di Indonesia > Kolonel Ramlee yang turut ke Bali ketika dikonfirmasi memilih tidak > berkomentar karena tidak tahu persis apa yang dibicarakan kedua > menteri. > > "Apa sebenarnya yang dikatakan, saya tidak dengar. Lagi pula, setahu > saya, tidak ada pelanggaran apa-apa di Ambalat. TNI tidak > berkomentar. Yang berkomentar hanya media massa," ujarnya. (INU) >
