Saya memandang prilaku atau kecenderungan sebagian warga pesantren tak ada kaitannya dengan agama. Artinya, jika ada berita prilaku negatif beberapa warga pesantren (atau pun beberapa warga kelompok agama lain, misalnya beberapa pendeta dari agama lain), sangat tak rasional jika pembaca atau pendengar berita yang kebetulan 'seumat' dengan warga tsb langsung merasa agamanya dilecehkan atau tersinggung.
Walaupun demikian, saya pribadi sependapat dengan anda bahwa ada kemungkinan penulis aslinya mempunyai INDIKASI (bukan BUKTI) bermotif dan perassaan sentimen agama, apalagi jika kalimat yang anda kutip (saya terlewat membacanya) diletakkan dalam proporsi di luar konteks). Indikasi atau perasaan curiga saja tak cukup sebagai alasan untuk bersikap marah2 atau melabrak seseorang. Lebih baik kita bertanya alasan/konteks penulis aslinya meletakkan kalimat tersebut dalam artikelnya, atau bertanya apakah contoh2 tersebut sifatnya hanya insidental tanpa harus berkomentar ttg ajaran agama kita sendiri yang bersifat ekslusif (kecuali anda yakin bahwa ajaran agama yang anda tulis bersifat universal). Salam --- In [email protected], amrie hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas, > > Sekali lagi terima kasih untuk tanggapannya. Terus terang, saya memang akan betul-betul kesulitan untuk mengomentari masalah lesbianisme tanpa mengaitkannya dengan akar dari masalah itu sendiri. Kalau menurut mas kan, lesbianisme itu mungkin ada kaitannya dengan masalah genetika/patologis. Nah, saya kasih perspektif agama. Apalagi penolakan terhadap kaum lesbian/homoseks di negeri ini ya kaitannya sama ajaran agama, mas. Makanya, menurut saya, nyaris mustahil melepaskan diskusi ini dari unsur (ajaran) agama. Tapi, sudahlah, mudah2an posting-posting saya sebelumnya tidak memancing konflik sektarian seperti yang mas khawatirkan. Amiin. > > Oya, satu lagi, kalau mas bilang tulisan awal tidak menyinggung- nyinggung agama, lalu bagaimana dengan kalimat ini: "Berapa banyak bocah-bocah pesantren yang melakukan mairil?" (Alinea ketiga). Setahu saya, yang namanya pesantren itu sekolah islam. (Saya tidak mau mendiskusikan lebih jauh apa dasar pertanyaan penulis artikel itu). Apa ini menurut mas tidak termasuk kategori "menyinggung- nyinggung agama"? > > Terima kasih. > > Salam hangat, > > Amrie > > http://amriehakim.blogspot.com
