Bukan gagah  gagahan.... tapi pemikiran awal bgmn membuat Indonesia jadi 
gagah..

setahu sy.. CMIIW saat ini ada dua versi visi 2030 , yaitu bikinan 
Indonesia Forum yg duluan muncul dan kemudian versi KADIN yang kemarin ini 
bersama road map 2015 nya juga diserahkan pd Presiden.

Karena dua duanya bukan Bappenas... kita tunggu aja yg jd versi resmi 
Indonesia... moga moga .. benar benar  mimpi indah yg bisa datang 
aslinya... the dream that come true..


Ini kalau pemimpin sekarang mau bekerja , tanpa pamrih .. artinya 
mempersiapkan dasar dasar fundamental negara ini agar thn 2030 jg negara 
maju.. tapi kalau lihat nyatanya sih.. mrk cuma pikir supaya anaknya saja 
di tahun 2030 jd mkmur dr karya korupsinya...jd dgn mental seperti  ..ini 
jangan banyak berharap....

Ygsy heran kok yg dipikirin total PDB.., biar total PDB kita dua kali lipat 
Malaysia... ya tetap aja... sengsara kalo dibanding Malaysia., krn penduduk 
kita 10 kali lipat banyaknya... ada pencerahan ??

Saya cuma ingin... anak dan kepnakanku bisa sekolah murah... kalau 
aku/istri sakit.. pengobatannya murah..jd nggak ngrepotin anak/keluarga 
.dan ada tempat berteduh  yang memadai.. cari kerjadgn upah memadai  mudah...

Gitu aja deh dulu...


Salam

Haniwar


At 03:09 PM 3/30/2007, you wrote:

>sekadar gagah-gagahan kah?
>
>Ppt
>----- Original Message -----
>From: bambang adhiono
>To: 
><mailto:Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>[email protected]
> 
>
>Sent: Friday, March 30, 2007 11:42 AM
>Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Visi Indonesia 2030
>
>Dari uraian tentang Visi Indonesia 2030, sepanjang yang dapat saya tangkap 
>bukan merupakan visi dan misi yang dibuat oleh pemerintahan SBY, jadi 
>bukan yang akan dicapai oleh pemerintahan SBY......bahkan belum oleh kita 
>bersama. Kerangka ini kan harus digodog dulu oleh berbagai pihak, misalnya 
>MPR/DPR.
>Mungkin kita bersama tahu ada Visi Indonesia 2030, akan tetapi ya sekedar 
>tahu ada tulisan Visi Indonesia 2030.......bagaimana melakukannya, sejak 
>kapan/ jadwal dan sebagainya tidak terbaca. Kalau kita anggap VI 2030 
>berlaku sejak 2008.....tentu ada tahapan per 4 tahun misalnya, atau per 
>tahunnya dalam bentuk APBN.
>Dengan tidak adanya rencana kedepan, maka kita tidak tahu target apa yang 
>harus dicapai......fungsi kontrol apa yang harus ditetapkan, agar bilamana 
>terjadi penyimpangan dapat segera dikoreksi.
>Pemerintahan.....dan bahkan wakil rakyat,yang terbaca dari media massa, 
>pada tahun pertama lebih banyak meributkan siapa yang duduk di 
>organisasi....bagaimana bentuk organisasi......tahun berikutnya susun ini 
>itu untuk mencari anggaran, tahun berikutnya mempersiapkan untuk pemilihan 
>berikutnya......kapan memikirkan negara dan rakyat?
>Tanpa adanya rencana 1 tahun, 5 tahun,10 tahun, 20 tahun ataupun 50 
>tahunan.....rasanya semua yang terjadi hanya try and error, .....kalau 
>tahun ini perekonomian membaik ya...syukur.....kalau banyak pengangguran 
>...ya..maaf saja.....,selain cobaan yang ditimpakan kepada kita oleh Tuhan.
>Sallam,

Kirim email ke