--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oleh L WIlardjo 
> Guru Besar Fisika Nuklir
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0703/30/opini/3416808.htm
> ============================
>
>.........................deleted...................
>Sikap Indonesia 
>...................................... 
>DK PBB menyetujui Resolusi 1747 itu dengan suara bulat. Kelima 
>belas  anggotanya semua menyetujui resolusi itu, termasuk Indonesia. 
>Persetujuan Indonesia ini mendapat kecaman dari beberapa partai dan 
>ormas Islam. 
> 
>Memang, seandainya Indonesia menentang resolusi itu, dan sikap ini 
>memberanikan Arab Saudi dan Qatar untuk ikut menolak Resolusi 1747, 
>para pendukung resolusi itu akan tetap menang. Namun, keberanian 
>untuk tidak ikut arus itu akan memancarkan citra yang lain. Tentu 
>citra yang buruk di mata negara- negara maju. Baikkah citra itu di 
>mata negara-negara yang sedang berkembang pada umumnya, dan negara-
>negara Islam khususnya? Entahlah. 
>.......................deleted............................

--------------------------------------------------------
Tidak tepat informasinya  kalau disebutkan  Arab Saudi  terkait dalam 
proses  resolusi  1747  Dewan Keamanan PBB ini, karena Arab Saudi 
tidak termasuk salah satu  dari 15  negara anggauta Dewan Keamanan di 
PBB. Negara Arab satu-satunya yang duduk di Dewan Keamanan PBB saat 
kini adalah Qatar.

Kalau keputusan Indonesia ini dikecam oleh ormas dan partai Islam, 
berarti Qatar juga harus dikecam, apalagi Qatar mewakili secara tak 
langsung kepentingan negara-negara Islam di Timur Tengah. Bukankah 
dalam resolusi itu, amandemen dari Qatar dan Indonesia juga telah 
dimasukkan? 

Memang benar bahwa langkah Qatar menyetujui resolusi PBB ini 
dikatakan oleh Dutabesarnya (Nassir Abdolaziz al-Nasser) mengikuti 
jejak Indonesia dan Afrika Selatan.
http://in.today.reuters.com/news/newsArticle.aspx?
type=worldNews&storyID=2007-03-25T071113Z_01_NOOTR_RTRJONC_0_India-
292179-3.xml

Tetapi apakah yakin kalau sekiranya Indonesia menolak Resolusi 1747 
ini, maka Qatar  pasti akan mengikuti jejak Indonesia dan ikut 
menolaknya ?  atau hanya spekulasi saja ? ataukah sebaliknya ? yaitu 
Indonesia-lah  yang mengikuti jejak Qatar ?, karena tidak mau 
terisolasi sendirian dalam mengambil keputusan ?

Sikap Qatar juga tidak konsekwen, karena pada resolusi sebelumnya 
mengenai Iran yaitu resolusi 1696 tentang  pengayaan Uranium  pada 
bulan  Juli 2006 yang lalu, Qatar satu-satunya dari anggauta dari 
Dewan keamanan PBB yang menolaknya, walaupun diketahui bahwa 
resolusi  1696 yang lalu lebih ringan dibandingkan dengan  resolusi 
1747 yang sekarang.  Apakah ada pergeseran kepentingan dibalik 
keputusan  Qatar  yang kontradiktif ini ?

Mengapa  Qatar  sekarang mendukung resolusi 1747 dengan mengatakan 
mengikuti jejak Indonesia ? bukankah Qatar  juga  sudah sejak pada 
resolusi 1737 (Desember 2006) yang lalu  (mengenai Iran juga) berubah 
haluan dan  juga ikut  mendukungnya ?, dia mengikuti jejak siapa 
ketika itu ?

Apakah ada kemungkinan bahwa  Qatar ini ingin menggeser  tanggung 
jawab moralnya  dalam mengambil keputusan itu  ke pundak  Indonesia  
(dan Afrika Selatan) ?  yang dapat memberikan citra buruk terhadap 
Iran dan negara-negara Islam lainnya ?

Ataukah  negara-negara Islam di Timur Tengah sekarang ini sudah 
mengakui kepemimpinan Indonesia dan akan mendengarkan dan mengikuti 
setiap  jejak dan langkah  Indonesia ? 

Salam
G.H.




Kirim email ke