Salam,
Gaya KOMPAS JATIM yang cenderung meniru KOMPAS NASIONAL sepertinya
memang sudah menjadi kebijakan redaksi. Saya melihat meskipun KOMPAS
JATIM mengekspos berita seputar Jatim, tapi dia tidak bersedia
menurunkan "derajat" nya sebagai koran dengan gaya bahasa yang formal
dan cenderung kaku. KOMPAS memang ingin tetap menjaga image-nya ynang
seperti itu. Bukankah KOMPAS juga sudah pernah merubah image-nya
menjadi koran lintas generasi dengan merubah tampilan? Tapi tetap saja
bahasanya masih terasa berat, dan KOMPAS cuma main di warna dan foto.
Saya yakin KOMPAS JATIM paham betul karakteristik warga Jatim seperti
apa. Tapi harus diakui, KOMPAS JATIM memang kurang bisa berurat
berakar alias kurang bisa "surabaya bangeeet"

Kirim email ke