Rekan-rekan FPK, Saya hanya mencoba menggunakan logika .. pengertian SDM disini tentu tidak hanya dalam kontex keahlian dan keterampilan ya ? Sebab yang ngga kalah pentingnya, faktor manusia yang dapat menunjang terjadinya SABOTASE .. masalahnya jadi tidak sederhana lagi bukan ?? Duluu sekali, di akhir tahun 70 an atau awal 80 an, jauh sebelum maraknya "serangan bunuh diri" di bumi ini, negara Jerman Barat yang SDM nya begitu perfekt bila dibandingkan kita, mereka meletakkan faktor sabotase sebagai salah satu prioritas tertinggi, yang pada akhirnya mereka sebagai produsen PLTN (bahkan mungkin yang teraman didunia), memutuskan untuk tidak menambah PLTN didalam negerinya (tentu disamping itu ada pertimbangan lainnya). Kebutuhan akan Listrik, negara tersebut tidak juga tergolong kecil. Kok berfungsi ?? Berarti masih ada jalan lain dong !! Bahwa kita wajib berfikir dengan lebih cermat, ya sudah pasti lah .. untuk itu kan katanya udah banyak ahlinya ??!! Lagi pula, siapa bilang Uranium resources nya tidak akan habis, seperti energi-carrier lainnya dari fosil ?? Saya pribadi sangat sangat khawatir akan rencana untuk 2016 ini !! Salam, Bodo
--- In [email protected], Chairul Hudaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mbak Eliza... > > Saya hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan mengenai PLTN ini. > Memang masalah SDM merupakan hal utama yang menjadi permasalahan pro dan kontranya Indoenesia membangun PLTN. Seperti diketahui, bahwa Indonesia rasio elektrifikasi Indonesia masih sangat rendah, sehingga pemerintah berusaha mencari jalan untuk menambah pasokan energi dalam negeri. Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan pembangkit listrik tenaga nuklir. > Mendengar kata kata nuklir, kita menjadi phobia, mungkin karena trauma terhadap kecelakaan yang pernah ada ataupun diingatkan akan bom nuklir yang dilakukan oleh pasukan sekutu di Jepang. > > Kalau saya melihat perkembangan PLTN saat ini dibeberapa negara maju seperti Amerika, China, Korea selatan, Perancis dan Jepang, mereka menggunakan energi ini untuk supply listrik negaranya. Jadi kedepan energi nuklir akan menjanjikan karena keterbatasan dan kelangkaan sumber daya alam (BBM). > Disamping itu juga, pada dasarnya PLTN lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan PLTU batu bara yang meng-emisikan banyak sekali polutan ke-udara. > > Saya kira Indonesia sudah memiliki ahli ahli yang berkompeten dibidang ketenaganukliran. Sehingga saya sangat setuju dengan dibangunnya PLTN paling lambat 2016. > > > Salam > > Chairul Hudaya > = yang sedang mendalami ketenaganukliran di Korea selatan =
