Pak Bodo,

Saya merasakan hal yg sama, Pak. Bahwa kita semua prihatin dg kejadian
akhir-akhir ini. Istri saya kerjanya di udara, Pak. KEKHAWATIRAN SAYA
BERKALI-KALI LIPAT DIBANDINGKAN ANDA. Setiap malam, saat memandangi anak
saya tidur, saya selalu kepikiran: sampai kapan anak saya bisa didampingi
Bunda-nya. Meminta istri saya mundur? Juga pilihan yg sulit. Itu adalah
dunia dia, dunia yg membentuk dia selama ini.

Dari apa yg saya tahu dari istri saya, dari apa yg saya peroleh dari
investigasi-investigasi TV-TV ternama, kemudian saya bandingkan dg diskusi
di milis ini: please deh, penuh asumsi, penyimpulan sendiri, tidak jarang
disertai caci maki.
Coba bayangkan kalau milis ini mulai dibaca pihak2 yg berkepentingan, akan
dihindari, Pak. Apalagi kalau saya kasih istri saya baca, apa komentarnya.
Komentar dari orang yg kadang jam 3 sdh bangun, ninggalin keluarga yg lagi
tidur nyenyak. Bekerja dg setulus hati. Pulang sampai rumah sdh kecapean.
Lihat jg para pekerja di bandara, air traffic controller, sopir, maintenance
crew. Orang yg bekerja seperti ini tuh banyak Pak.

Pada topik ini sebenarnya saya berharap mendapatkan diskusi ttg: bagaimana
caranya supaya semua kejadian kecelakaan baik kecil maupun besar dibuat
transparan analisanya, dibuat terbuka penyebab kecelakaan, diumumkan
langkah2 perbaikannya. Dg demikian orang tahu akan pilihannya, bereaksi
sesuai pilihannya. Lalu apakah yg sebaiknya dilakukan bila hal2 tsb tdk
dilakukan, apa yg bisa kita lakukan, sebagai konsumen.

Kalau kembali sedikit ke kasus Silk Air, mereka, keluarga para korban, telah
melakukan langkah yg luar biasa: membuka kembali kasusnya untuk kemudian
menemukan penyebab sesungguhnya. This is a breaktrough.
Kalau kita telusuri seluruh email di thread ini, sebagian besar tidak
mengarah kepada sesuatu yg produktif, mengarah ke solusi. Mungkin saya
terlalu berharap pada milis ini.

Rgds,
Fana

Buat Patrick:
Mungkin saja bener bahwa kejadian2 itu terjadi karena sebab2 yg sama dg
dugaan Anda, tp investigasi holistik yg objective, yg dilakukan orang2
kredibel, pasti lbh baik dari dugaan Anda semata. Saya yakin sekali akan hal
itu.

On 30 Mar 2007 01:04:20 -0700, bodo_kerlchen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Not at all, Madame / Sir !! No hurt feeling .. no any authority or
> powers .. saya disini sedang berdiskusi, memberikan pendapat dan
> harus bersedia menerima serta mengolah pendapat lain. Dapat
> dipahami, bahwa kutipan kalimat saya itu dapat diinterpretasikan
> indirectly sebagai "penyimpulan sebab kejadian kecelakaan" .. namun
> bisa juga seperti yang ada dibenak saya saat itu, bahwa mereka
> (seperti yang sudah-sudah) sedang aktif dan gigih melakukan sesuatu
> yang sifatnya "represif" sementara fungsi kewajiban awal yang lebih
> effective terhadap "pencegahan kecelakaan" secara berulang tidak
> mendapat prioritas. Oleh karena itu timbul issues dari mereka yang
> menurut saya amat sangat menjengkelkan, seperti pembatasan usia
> pesawat (bukan jam terbang) atau, yang sekarang menjadi topik
> diskusi ini, rangking maskapai penerbangan yang referensi
> nya "safety". Bahwa expression nya terkesan "makian" bagi anda yang
> sedang TIDAK membela pihak manapun .. am sorry .. sebab sikap
> objektiv saya mungkin sedang terkontaminasi dengan peristiwa-2 lain
> sehubungan dengan tanggung jawab Dephub di laut dan darat, yang
> menurut saya, prinsip dasar dari sikap nya tidak beda, alias penuh
> greget !! Ijinkan saya sekarang sedikit menyimpang dari topik:
> Mengenai orang-2 professional dan qualified yang sejati secara
> internasional, saya hanya ingin beri masukan, bahwa bisa terjadi
> (mungkin malah tidak jarang) mereka justru terkucilkan
> dilingkungannya sendiri, bila tidak bersedia "bersikap menuruti
> tradisi lokal" (my own many years' experience!) .. dan tidak banyak
> orang yang sanggup bertahan lama dalam kondisi seperti itu ..
> pilihannya biasanya hanya tiga, ikut arus (alias jangan omongin
> profesionalitas yang sebenarnya) atau konsekwen bertahan dengan
> risiko mati muda, terakhir .. angkat kaki. Pls .. jangan bilang saya
> sinis, karena saya tidak pernah mengerti penggunaan kata tersebut ..
> tapi bila dikatakan saya muak dengan kondisi seperti itu,
> jawabnya .. emang IYA!
> Salam,
> Bodo

Kirim email ke