Mas Patrick Saya bukan mau bantu atau simpati kepada Iran atau mana pun lho.
Pragmatis bagaimana mas patrick ini? Lha wong yang MEMULAI bikin GARA2 masalah itu justru AS koq. Yg menciptakan ketegangan itu justru AS koq. Yang mengekskalasi KONFLIK itu ya justru AS itu. Lha kalau kita mendukung kan berarti mendukung KEUSILAN AS? Kalau suara kita nggak berarti, ya lbh baik MENENTANG dong. ISRAEL yg jelas2 TERORIS LEGAL INTERNASIONAL mngembangkan NUKLIR untuk PERSENJATAAN koq AS diem aja? Lha, situasi ini yg harus kita tentang melalui sikap kita. Tapi SUDAHLAH mas patrick. gak usah diperpanjang ya. Lha wong kenyataannya sudah terjadi Indonesia MEMBEBEK AS & konco2nya kan? Kita cuma bisa PRIHATIN saja ... Maspri --- In [email protected], "Patrick" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Suprijodio, > > Saya ingin mengomentari opini Bpk. Saya sangat setuju atas sikap > pemerintah yg menyetujui RESOLUSI 1747. Sikap itu adalah sikap > pragmatis & yg paling rasional utk meredakan ketegangan atas isu > nuklir Iran. Knp? Karena, bila Indonesia menolak atau abstain & > menjadi PEJUANG HATI NURANI, maka eskalasi konflik akan semakin > tinggi. Iran akan merasa mendapat "angin" & semakin menampilkan aksi2 > konfliktual vis avis AS & negara Barat lainnya. Tidak mendapat angin > saja, Ahmadinejad sudah sangat amat konfrontatif, apalagi bila ia > mendapat angin???!!! > Jadi, apa artinya menjadi PEJUANG HATI NURANI jika malah MEMBUAT > MASALAH RUMIT MENJADI LEBIH RUMIT!!! Isu nuklir Iran tidak bisa kita > lepaskan dari isu hegemoni AS di Timur-Tengah (baca: konflik > Israel-Palestina & Irak)... Isu nuklir Iran TIDAK BERDIRI SENDIRI!! > Itu yg harus kita pahami bersama...Mari kita lihat lebih luas! > > Salam, > > Patrick Hutapea
