Mengapa mesti alergi dengan sistem kapitalis? Perekonomian Cina mengalami pertumbuhan pesat luar biasa dalam 20 tahun terakhir adalah karena merangkul sistem perekonomian pasar dengan mencampakkan sistem ekonomi komunis yang serba diatur birokrasi sehingga mematikan daya-karsa dan enterpreneurship, yang sudah ditinggalkan di banyak negara karena gagal memberi kemakmuran pada rakyat.
Perusahaan-perusahaan raksasa milik negara dipecah-pecah dan dijual ke swasta karena semua rata-rata berfungsi sebagai badan sosial yang beroperasi serampangan, besar pasak daripada tiang, dan sering jadi sarang pelaku korupsi. Pekerjaan di satu kantor cabang yang seyogianya bisa dikerjakan 20 orang memiliki 200 pegawai negeri dengan gaji kecil yang datang lambat pulang cepat dan kebanyakan hanya baca koran. Seiring dengan itu Cina membuka lebar pintu bagi investasi asing yang menjalin usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan swasta tadi dalam membuka lapangan kerja yang memberikan gaji bagus kepada karyawannya yang bekerja dengan produktivitas penuh pakai komputer. Langkah baru meninggalkan sistem komunis ini mengikuti semboyan Deng Xiaoping: "Tidak peduli kucing putih atau kucing hitam, yang penting menangkap tikus". Jadi kalau sistem perekonomian pasar dapat menciptakan kemakmuran lebih cepat dan lebih mantap, mengapa bukan itu yang ditempuh. --- Mr rudy gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mungkin karena kita hidup didunia yg tidak adil, > juga system kapitalis yg memang dari awalnya selalu > menguntungkan kelompok tertentu kadang membuat kita > mudah menutup mata atas ketidak adilan. > > Kalau saya dipemerintahan, kemungkinan saya akan > ikut > PRO juga, tapi sungguh saya tidak akan pernah bangga > dengan pilihan munafik yg dibungkus dengan isu > kebaikan bersama oleh kelompok negara besar yg > mengusung issue bahaya Iran ini.
