NPT kan kalau dipatuhi semua Negara jadi baik bagi seluruh dunia.
Kenyataannya tidak diketahui dengan pasti apakah Negara besar tersebut
memang melaksanakan. NPT bukan berarti jadi alasan Negara super power untuk
menjajah Negara lain. Amerika sudah menguasai Afganistan dan Irak. Sekarang
sudah mempermasahkan  Iran karena akan mengembangkan pemerkayaan uranium,
sementara korea utara isunya sudah reda. Amerika maunya hanya sendirian saja
mengusai tehnologi canggih. Cina mampu menjatuhkan satelit di ruang angkasa
juga membuat amerika kelabakan.
 
Salam
Iwan Kurniawan
 
-----Original Message-----
From: Sato Sakaki [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 03 April 2007 08:00
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Hormati Perjanjian NPT Re: Resolusi 1747
 
NPT telah berhasil efektif membatasi proliferasi
kepemilikan senjata nuklir sejak diberlakukan tanggal
5 Maret 1970. Sampai sekarang paling banyak hanya 9
negara yang memiliki senjata nuklir (hanya bertambah
empat dalam masa 37 tahun), padahal kalau mau, menurut
kepala IAEA, Muhammad ElBaradei, ada 40 negara yang
memiliki kemampuan teknologi dan dana untuk membuat
senjata mengerikan itu. 

NPT tidak melarang pengembangan nuklir untuk maksud
damai misalnya membangun reaktor pembangkit listrik,
tetapi pelaksanaannya harus memenuhi ketetapan keras
dan diawasi oleh Badan Tenaga Atom Internasional,
IAEA, terutama yang dicurigai keras (karena memperkaya
uranium sementara tidak memiliki reaktor nuklir air
ringan) padahal ikut menandatangani Perjanjian NPT. 

Dan tidak benar negara pemilik senjata nuklir diberi
keleluasaan tidak terbatas dalam hal senjata nuklir.
Ada larangan melakukan percobaan nuklir di atmosfir,
di bawah laut dan di angkasa luar, dan Perjanjian NPT
mengharuskan mereka mengurangi dan akhirnya
menghapuskan senjata nuklir yang dilaksanakan bertahap
dengan perjanjian antara negara nuklir yang bermusuhan
antara lain perjanjian SALT 1, ABM Treaty, SALT 2, 
START 1 dan SORT (The Treaty on Strategic Offensive
Reduction) yang membatasi jumlah persenjataan nuklir
yang boleh dimiliki AS dan Rusia. 

Jadi pada saat negara-negara nuklir berlomba
mengurangi untuk pada akhirnya menghapuskan senjata
nuklir, kok negara seperti Iran hendak membuatnya.
Padahal membuat senjata nuklir ditambah perilaku
pemerintah yang petentang-petenteng main ancam akan
meningkatkan beberapa kali lipat kemungkinan rakyat
Iran akan menjadi korban serangan nuklir pre-emptive
strike. 

Sato Sakaki
Los Angeles, California

Kirim email ke