met kenal....i angkatan 10
angkatan berapa mbak....

----- Original Message -----
From: "laura" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, February 12, 2007 10:14 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Untung Jakarta Punya Gonzaga


Wahhhhh.....

Hebat juga ya almamater gue dan junior-junior gue sudah bisa bikin orkestra
segala. Bagus degh pada kompak-kompak. Jaman gue dulu anak-anaknya sedikit
berkelompok sih, moga-moga angkatan yang dibawah tidak seperti itu. Membaur
semuanya cewe-cowo, junior-senior.

[Laura]

----- Original Message ----
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, February 11, 2007 1:25:37 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Untung Jakarta Punya Gonzaga

http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0702/ 10/humaniora/ 3304613.htm
============ ========= ===

Dunia pendidikan di Jakarta amat beruntung dengan keberadaan Kolese
Gonzaga. Hadirnya sekolah menengah atas yang terletak di Jalan
Pejaten Barat ini menjadikan wajah pendidikan di Jakarta menjadi
heterogen.

Heterogenitas ini kian terasa dengan adanya tugas khusus Kolese
Gonzaga untuk melakukan pendidikan awal bagi para calon pastor alias
sebagai seminaris. Seminari sendiri bernama Wacana Bhakti.

Boleh dikata, Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti adalah dua
lembaga yang terbedakan, tetapi bertalian satu sama lain. Keduanya
merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam satu yayasan,
yakni Yayasan Wacana Bhakti. Seminari Wacana Bhakti menampung dan
mendidik para calon imam di tingkat menengah. Selama berada di kelas
satu, dua, dan tiga, para seminaris mengikuti pendidikan di Kolese
Gonzaga.

"Tahun ini Kolese Gonzaga- Seminari Wacana Bhakti genap berusia 20
tahun, atau merayakan Lustrum IV, terhitung sejak lembaga pendidikan
ini diresmikan oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr Leo Soekoto (alm),
bersama Bapak Mochtar Zakaria, Wali Kota Jakarta Selatan saat itu,
pada 3 November 1987," jelas Pastor Y Heru Hendarto SJ, Kepala
Sekolah sekaligus Ketua Umum Lustrum IV.

Kompleks pendidikan Kolese Gonzaga ini berdiri di atas tanah seluas
2,8 hektar. Kompleks yang dirancang Ir Wanda Basuki ini dibangun
selama dua tahun (1986-1987).

Unik

Kolese Gonzaga-Seminari Wacana Bhakti boleh dikelompokkan sebagai
lembaga pendidikan yang unik. Sebagai lembaga pendidikan umum (SMA),
pelaksanaannya disatukan dengan pendidikan khusus untuk para calon
pastor. Keunikan lain, pendidikan calon pastor disatukan pada
pendidikan umum yang diikuti siswa-siswi. Boleh jadi, Wacana Bhakti
merupakan satu-satunya seminari yang mendidik para seminaris bersama
para siswi. Siswi di Kolese Gonzaga sendiri berjumlah sekitar 35
persen. Pada umumnya, dan di mana pun juga, pendidikan di seminari
hanya diikuti oleh lelaki dan tidak pernah dicampur dengan perempuan.

Tidak takut tergoda?

"Ya, biarkan saja. Kalau tergoda itu berarti lelaki normal. Dan lebih
baik keluar sekarang ketika masih di seminari menengah daripada nanti
setelah pendidikan lanjut atau sesudah menjadi pastor," ungkap Drs
JIGM Drost SJ (alm) yang mengawali lembaga pendidikan itu sekaligus
menjadi Kepala Sekolah Kolese Gonzaga dan Rektor pertama Seminari
Wacana Bhakti.

Upaya keras Drost bersama staf pengajar dan karyawan atas sekolah
swasta yang muda usia ini, membawa hasil disamakan pada tahun ajaran
keempat.

Menyadari pendidikan manusia tidak cukup hanya dengan ilmu, Kolese
Gonzaga mencoba melengkapi pendidikan para siswanya, termasuk para
seminaris, dengan musik. Disadari benar, dengan musik, perasaan
manusia terasah. Dengan musik pula, kepekaan manusia akan keindahan
dilatih. Dengan musik pula, harmoni dalam jiwa manusia ditumbuhkan.

Didukung oleh para musisi andal seperti Tony Suwandi, Embong Rahardjo
(alm), Didik SSS, dan sebagainya, Orkes Simfoni Wacana Bhakti (OSWB)
ikut mencuatkan nama Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti.

Upaya untuk membangun orkes simfoni pantas untuk diacungi jempol.
Pendidikan yang selalu dimulai ketika para siswa masih duduk di kelas
I SMA, terus berlanjut hingga mereka menghadapi ujian akhir SMA.
Dalam tempo singkat, mereka berani tampil, meski belum bisa
dibandingkan dengan orkes-orkes simfoni kesohor dunia.

Pergelaran kolosal

Menyambut Lustrum IV Kolese Gonzaga-Seminari Wacana Bhakti sekaligus
merayakan 200 tahun Gereja Katolik Jakarta, mereka menggelar sebuah
pertunjukan kolosal bertajuk Bayang-bayang Retak pada Sabtu-Minggu
(10-11/2) di Teater Tanah Airku, TMII Jakarta.

Pergelaran ini melibatkan 200 siswa dan sejumlah bintang tamu,
disutradarai Adi Kurdi, didukung Tony Suwandi sebagai composer,
Nyoman dan Elly D Luthan sebagai koreografer, dimeriahkan Wacana
Bhakti Symphony Orchestra, Gonzaga Choir, Didik SSS, Ireng Maulana,
KIA, Jamaica Café, Denis Adhiswara, Dominique, dan
sebagainya. "Bayang-bayang Retak ini berusaha membuka rahasia
kehidupan manusia," lanjut Heru Hendarto. (tonny D widiastono)






____________________________________________________________________________
________
Now that's room service!  Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

[Non-text portions of this message have been removed]



Kirim email ke