Dear rekan2 FPK,

Setelah saya cari dikamus bahasa Inggris maupan bahasa
latin tidak ada kata2 diffabal ataupun
difabel....mohon penjelasannya.

Yang saya temukan dan mungkin significant untuk
disebut kelainan atau ketidak harmonisan atau anomali
adalah Disable.

Sebaiknya dicarikan istilah yang significant dulu baru
bisa kita samakan persepsi.

Tolong gunakan istilah asing untukmenggantikan istilah
bahasa Indonesia yang kedengarannya kurang nyaman tapi
harus tepat dan baik sehingga bisaditerima oleh semua
kalangan juga tidak memalukan bangsa kita.

Terimakasih atas perhatiannya


--- Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear mas Adrian,
> 
> Ya itu pikiran pemerintah dan masyarakat kebanyakan
> yang masih
> berpikir kalo orang diffable itu perlu dikasiani
> jadi deh
> pendekatannya bukan ingin melakukan kewajibannya
> sebagai aparatur
> negara malah sok sebagai org yang berbuat
> amal.Meskipun kita tahu
> menyediakan fasilitas bagi kaum diffabel itu adalah
> perbuatan
> terpuji.Berpahala...
> 
> Aku terima cerita dari temanku di Riau itu sungguh
> sedih.Aku banyak
> menerima email-email dan telepon dari para kaum
> diffable setelah
> mereka baca tulisanku ttg diffable di
> www.kabarindonesia.com.Aku sedih
> tidak bisa berbuat banyak untuk mereka.
> 
> Ok lha aku memang tidak boleh pesimis,tapi kita
> harus menunggu berapa
> lama lagi agar ada perubahan.Mungkin sampai kita
> mati pun di Indonesia
> aku sangsi akan ada fasilitas yang memadai untuk
> kaum diffable.
> 
> Salam hangat,
> 
> Dinda
> 
> --- In [email protected], adrian
> aditya
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dear mbak Dinda
> >
> > memang apa yang mbak bilang tidak salah, Negara
> kita
> > emang kaya "gitu". Undang - undang yang ada itu
> bukan
> > untuk di implementasikan tapi kan lip service aja,
> > berapa persen peraturan perundangan yang bisa eh
> salah
> > mau dilaksanakan ama pemerintah, banyak alasan
> yang
> > digunakan pemerintah untuk tidak melaksanakan
> > undang-udang itu. padahal sebgai pemangku
> kebijakan,
> > Negara merupakan pihak yang berkewajiban memenuhi,
> > melindungi, menjamin, dan memajukan hak asasi
> segenap
> > warganegaranya tanpa kecuali (state
> obligation)tetapi
> > dalam kasus difabel, negara masih melakukan
> pendekatan
> > amal (karitatif). Jadi, pengurus negara merasa
> telah
> > berbuat baik dengan beramal untuk kaum marginal,
> dan
> > bukan karena mereka harus menjalankan hal tersebut
> > sebagai kewajibannya.
> >
> > kasus difabel ditolak untuk ikut PNS tu udah lama
> dan
> > gak hanya terjadi di riau (kalo gak percaya coba
> cari
> > di google!!!) banyak dah.....
> >
> > gak usah jauh - jauh kok mbak, peraturan tentang
> > dilarang merokok di tempat umum (bis,angkot dsb)
> apa
> > ada penerapannya??sangsinya?? itu baru peraturan
> > daerah.
> >
> > tapi jangan pesimis mabk, masih banyak pihak yang
> > peduli dengan difabel, semoga para pembuat
> kebijakan
> > yang jadi anggota FPK sadar tentang permasalahan
> > difabel.
> >
> > salam
> > adrian
> 



 
____________________________________________________________________________________
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
http://videogames.yahoo.com/platform?platform=120121

Kirim email ke