Hai Dear Loekyh,

Tidak ada sangkut-paut saya (ikut)
mewacanakan-mengusulkan "Perubahan Status Hukum" Eyang
Harto (beberapa waktu lalu), dengan segala stigma
maupun kekurangan obyektif pak Harto sebagai manusia.
Untungnya, tidak ada vested interest dengan jalan itu.
Karena, kalo mesti direntang-ukur, I am one of the
victimized victim. Maka saya juga tak pernah berhenti
lebih tegas tentang "Not FORGET, BUT FORGIVE".

kalo boleh energi kita digunakan untuk membangun
Indonesia. Bahkan kyai sejuta umat KH Zainudin MZ,
mengambil figut Nelson Mandela yang membangun Afrika
Selatan, untuk masyarakat kita. Kalo jujur, kita tidak
pernah mengalami ruang penjara "46664" dan merasa
se-depresif Nelson Mandela. Tetapi, ia melupakan
EGO-nya, dan membangun AFRIKA SELATAN. Injustice di
bawah Apartheid Power, hanyalah cambuk untuk membangun
yang baik.

Di bawah Pak Harto, kita tidak mengalami penderitaan
sehebat Pramudya Ananta Toer misalnya. Tapi, semua
orang ingin berjiwa besar. Negarawan abis.

Last but not least, soal POLIGAMI juga lebih wilayah
PRIVAT: agree to disagree? Saya mengikuti "Hukum
Publik Codex Iuris Canonici" (Katolik) untuk
monogami-habis, tapi dalam
"HUKUM-PRIVAT-(KATOLIK)-yang-publik bagi oknum kaolik
itu, dia PUNYA RUANG PRIVAT sendiri: bercerai dan
menikah lagi dengan wanita pujaan yang lain! Ada
"pernikahan Lesbi dan Gay", meski mereka tetap
Katolik", misalnya. 

Anda cukup konsekuen membahas wilayah PRIVAT-PUBLIK.
Maka, kasus poligami anak-cucu Eyang Harto,
konsistensi Anda diuji, juga dalam membahasakan.


wassalam,

berthy b rahawarin



--- loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya menulis ini setelah sambil meng-ingat2
> 'kehebatan' anak2 pak 
> Harto dan banyak anak2 dan istri2 (jamak, krn siapa
> tahu, ada yang 
> poligami :-)) mantan pejabat2 tinggi orba yang
> 'sukses' dalam bisnis.



 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

Kirim email ke