Sebagai orang yang cerdas, anda pasti sadar bahwa anda dan saya bukan siapa-siapa. tapi sebagai orang cerdas pula, anda pasti sadar bahwa di milis ini banyak member yang "siapa-siapa" yang barangkali mau menyuarakan masalah ini lewat 'corong' masing-masing. Barangkali Mas Budiarto Sambazy atau wartawan2 media lainnya mau menulis masalah ini di media masing2. Barangkali ada anggota DPR, yg katanya ikut milis ini, mau membahas masalah ini di sidang terhormat mereka dan menekan pemerintah kita untuk menyuarakannya di rapat DK PBB. Barangkali ada anggota LSM yg mau mengangkat topik ini dalam demo mereka. barangkali ada staf ahli presiden yg mau mengkilik-kilik presiden supaya berani ngomong ttg masalah ini. Kalaupun saat ini masih pada malu-malu, barangkali suatu saat ada yg ingat dan kemudian membahasnya dg serius.
Kalau anda tanya SIAPA dan BAGAIMANA. Jawabnya adalah kita semua yg aware dengan cara seperti ini dengan harapan semakin banyak orang yg aware ttg masalah ini. Bukannya ini salah satu kegunaan milis ini? Masalah hak veto ini ibarat bau kentut di dalam suatu ruangan. Baunya begitu menusuk hidung, tapi ketika semua orang diam saja maka semua orang dalam ruangan itu terpaksa terus menghirup bau busuk itu. Padahal kalau saja ada yg komplain bisa dicari dari mana sumber bau busuk itu. Kalau bau kentut, si pengentut bisa disuruh keluar ruangan sebentar sampai kentutnya habis. Kalau ternyata bau busuk itu dari bau sampah karena lupa menutup jendela, ya segera ditutup jendelanya. Kalau karena botol amoniak yg terbuka, segera ditutup botolnya. Moral of the story: kalau ada "bau busuk", ungkapkanlah jangan diam2 saja. Barangkali anda tidak tau solusinya tapi siapa tahu teman atau teman dari teman anda bisa membantu anda. Email ini hanyalah satu noktah dalam garis panjang menuju penghapusan hak veto. Sebagai bukan siapa-siapa, saat ini hanya itu yg bisa saya lakukan. Sebagai orang cerdas, apa usaha anda? Salam, Wahyu --- In [email protected], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Setiap orang dapat mengeluarkan usulan seperti ini tetapi sebelumnya, > orang yang cerdas alan bernalar dulu, SIAPA dan BAGAIMANA orang bisa > menghapuskan hak veto itu. > Kalau tidak demikian, bikin habis energi saja. > Wsalam, > Wal Suparmo > > --- In [email protected], Wahyu <wahyuwija@> > wrote: > > > > Salah satu cara yg paling strategis untuk memulai perdamaian dunia > adalah > > dengan menghapuskan hak veto di DK PBB. Bayangkan, suatu resolusi yg > [Non-text portions of this message have been removed]
