--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oleh Budiarto Shambazy
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/07/utama/3400439.htm
> ===========================
> .... Pandirlah mereka yang yakin hakulyakin calon presiden minimal 
bergelar S-1. Sama pandirnya dengan Dephub yang mengeluarkan 
peringkat maskapai penerbangan—aturan yang diterapkan oleh satu-
satunya negara di dunia ini: itulah Indonesia! ...


Kalo becermin potret bangsa ngindonesia masa kini bisa bikin pesimis 
madesu alias masa depan suram. Dari dulu sudah ada lagunya... oh 
angin yang sedang lalu, sebab apa begini; jawabanmu selalu, itu kan 
hilang nanti... Ya, nanti-nanti-nanti.

Ketika Iwan Fals berdendang mau melantik presiden baru sebagai 
Manusia 1/2 Dewa; bukan pesan syairnya yang direnungkan, tapi kata 
dewa-nya yang dihebohkan. Begitu pula ketika Dewa bersenandung soal 
kemuliaan cinta, bukan pantun nasihatnya yang direnungkan, tapi logo 
kasetnya yang diributin.

Konon ada legenda atau hipotesa atau apalah istilahnya, yang bilang 
bangsa ini dulunya berasal manusia pendatang dari daratan Asia yang 
terpaksa hengkang cari selamat. Mungkin kalah perang kalah siasat, 
sampai hanya berperahu cadik menyeberangi lautan. Beda dengan napi 
Eropah yang nyebrang pakai armada ke Australia dan tentunya dikawal 
pasukan terlatih.

Soal bandit kleptomaniak atau kleptokrasi juga ada kelas dan mutunya. 
Yang berasal dari gen pecundang intelektual rendah akan membiakkan 
subordinat lebih rendah. Bandit asal gen yang lebih berintelektual 
akan semakin berjaya karena dalam budaya perbanditan, bandit kelas 
teri otomatis siap patuh kepada yang lebih kuat lebih cerdas.

Ada cerita pengurus RT melaporkan dugaan korupsi pengurus RW soal 
pengaspalan jalan lingkungan. Tanpa sungkan si pelapor bilang, ... 
soalnya waktu gue minta uang rokok kagak diberinya; coba kalo dia 
beri c'pek aja, gue pasti diam... Bayangkan bila pada kasus yang 
lebih besar juga kejadian kayak gitu, pasti para tersangka/napi 
korupsi menyesal karena tak mau damai; bukan menyesal karena jadi 
pencuri.

Agaknya hidup dalam komunitas yang didominasi roh jahat sering 
meresahkan orang yang mau becermin. Masih mau dan punya waktu buat 
becermin merenung; puji Tuhan, berarti sinar terang itu masih ada. 
Berapa banyak yang tak sempat merenung dan terus asyik menggauli roh 
kejahatan?...

DJP



Kirim email ke