Yang bagus, ganti namanya lalu pola didik & asuhnya diubah menjadi pola didik - asuh seperti yang biasa terjadi di kampus pada umumnya.
Pola didik ala academia akan berbeda dengan pola didik ala militer. IPDN, jika dikatakan militer, juga tidak tapat karena tidak bisa berperang dan mungkin tak berani berperang. Dikatakan dunia akademik dengan Tridharmanya juga tidak pas. Lalu, apa dong? Gede H. Cahyana http://gedehace.blogspot.com --- In [email protected], Kancono W Abdurrasyid <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apakah Presiden boleh membubarkan "IPDN" keramat ini? > Kalau mungkin mari kita rame-reme SMS ke HP beliau di 0811109949 > Semoga berjaya.... > > kcn,- > > kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau untuk jadi Presiden saja tidak perlu sarjana, lalu kenapa untuk jadi Camat & Lurah harus sekolah "khusus". Khusus jotosannya....mudah2an tempat saya tinggal Lurah atau Camatnya bukan lulusan dari STPDN atau IPDN.... > > Dengan kata lain untuk jadi Lurah dan Camat bisa dari lulusan mana sajalah...saya betul2 miris, prihatin melihat tayangan ulang yg saya sempat saksikan beberapa tahun yg lalu manakala ada mahasiswa STPDN yg tewas akibat penganiayaan oleh sesama siswa STPDN. Tadi sore rekaman itu diulang lagi dan korban jatuh lagi.> > Ironis sekali siswa meninggal/tewas disebuah lembaga pendidikan karena ulah sesama siswa, jajaran pimpinan STPDN jelas gagal menghentikan mata rantai kekerasan di lembaga tersebut, dengan kata lain mata rantai kekerasan bisa saja akan merambah ke masyarakat melalui lulusan2 STPDN manakala mereka bekerja dan memperoleh kewenangan dan kekuasaan. Bagaimana saya bisa menepis kekhawatiran saya, karena setidaknya empat tahun siswa2 itu dididik dengan pola kekerasan tanpa dasar/nalar sama sekali. > > Seperti yg disampaikan oleh Ryas Rashid disalah satu TV tadi sore, yg mengatakan kira2 inti pernyataannya sbb: saat mereka masuk ke STPDN dan telah melalui berbagai tes, tentunya mereka adalah siswa yg baik yg memenuhi persyaratan, lalu setelah didalam STPDN mereka menjadi "brutal"...Oleh karena itu bisakah kita berharap para lulusan itu menjadi Pamong2 yg baik bagi masyarakatnya??? > > Mudah2an ada yg bisa memberikan penjelasan > > Salam masih dan semakin prihatin > Kukuh Kumara >
