Ada yg salah dalam pengelolaan masalah dampak yg diakibatkan narkotika di Ind selama ini karena menempatkan 'pemakai narkotika saja' sebagai penjahat. Sebenarnya pemakai ini adalah korban sehingga, justru, harus ditolong. Lain halnya jika pemakai juga berfungsi sebagai pengedar. Sayangnya, yg sering terjadi a/suatu lingkaran setan sehingga kelak 'si pemakai saja' ini dapat berubah kedudukan menjadi pemakai sekaligus pengedar. Memperlakukan korban sebagai penjahat tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan memperumit keadaan. Korban tersisihkan dari berbagai sudut, termasuk keluarga yg merasa dipermalukan dengan mendapatkan cap sebagai keluarga bejat dan menjadi cibiran atau gunjingan tetangga/relasi. Tak jarang, atau melulu (?), keluarga korban kemudian menjadi sapi perahan ketika kasusnya masuk ke dalam jalur hukum. Kalau sapinya gemuk masih akan ada susu yg bisa diperah, tapi kala si sapinya termasuk yg kurus kering maka tinggal tulang belulangnyalah yg dapat diremukredamkan! Kondisi dan perlakuan yg bak hidup di hutan belantara di tahanan tidak memantaskan lembaga tsb disebut sebagai Lembaga Pemasyarakatan, seperti yg dicita2kan o/ alm. Baharuddin Lopa! Tempat tsb merupakan tempat ideal u/membuat org berkesempatan bertambah bejat! Memilukan!! Saya pernah memeriksakan penyakit beberapa tahanan , yg merupakan konstituen dari suatu LSM, dan itulah kali pertama saya menyaksikan betapa tidak berharganya manusia diperlakukan, pun ketika dirinya sakit dan memerlukan pertolongan. Si Kepala Lapas (Duh, kagak pantes banget sih disebut Lapas!!!) yg tidak bersenang hati karena napinya diobatin kemudian memanggil saya serta menunjukkan obat2an yg sangat bagus serta lumayan banyak di laci meja kerjanya. "Wah, alangkah senangnya saya mengetahui bahwa bapak memiliki obat2an ini disini. Apa yg menghambat bapak u/memberikan obat2an ini kepada 'X'?" Dia tidak mampu menjawab! Dia pikir obat2an tsb hanya pantas disimpan DI LACINYA!, bukan DI LACI PRAKTEK DOKTER LAPASNYA!, u/ kemudian ditunjukkan kepada siapapun yg memerlukan informasi ketersediaan obat di Lapasnya! Sebenarnya dia sedang memercikkan kotoran ke wajahnya sendiri dengan "tindakan cerdasnya' tsb! Masihkah Tuan Menteri Hukum dan HAM YTH tsb bergeming dengan kenyataan yg berlangsung di halaman rumahnya?????? Mari berbudek-rialah, yaouuuuwwww.... ED
