bagaimana dengan indonesia dg pancasila yang dibanga-bangga kan , tetapi 
ujung-ujngnya adalah kapitalisme yang terselubung.
hal ini lebih jelas lagi didalam langkah-langkah perguruan tinggi idalam 
menerima mahasiwa barunya.



----- Original Message ----
From: Barnabas Rahawarin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
pineleng <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 9, 2007 1:23:59 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Membangun Kembali Simbol Kapitalisme...


Dear All,

Tidak langsung jelas, entahkah Penulis memaksudkan
"Yang membangun kembali Simbol Kapitalisme" itu
Amerika ataukah China. Amerika dikatakan sebagai
negara Kapitalis murni. Sementara China adalah negara
sosialis, dalam ideologi, tapi "pure capitalism" dalam
tatanan praksis.

Jika demikian, tulisan ini ingin menegaskan Amerika
sebagai sebuah negara Kapitalis yang sedang siap
digerogoti bahkan diterkam negara Sosialis, multi
interpretasi jadi terbaungun. Mengambil mudahnya,
Amerika yang Kapitalis harus bersusah payah, karena
China segera mengintimidasi pasar barang Amerika
dengan "made in" China. Semisal, buku-buku dengan
copy-right lengkap berada di tangan Amerika, tapi
segala-sesuatunya dikerjakan di China, tentu dengan
harga murah-meriah, dan dijual dengan "harga pasar
Amerika". Di mana kompetetifnya para produsen di
negeri kapitalis itu?

Kapitalisme, setidaknya dalam ideologi, telah mati di
lapangan praktis. Adalah Deng Xiao Ping, yang mengubah
wajah Sosialis China, dengan mengutip pepatah bijak
Cina: "It doesn't matter what the cat's colour is, but
what the cat can cathces." (Ada, yang lain
membahasakan, "The colour of the cat doesn't matter as
long as it catches the mice".) Sejak itu, negeri Tirai
Bambu itu telah hanya "bernama" sosialis, tetapi
sesungguhnya China adalah "pure Capitalism"

Mohon saya dikoreksi, tapi baik kapitalisme maupun
sosialis hanyalah nama pada abstraksi ideologi yang
tidak lagi real, kalau tidak dipulang punah. "Anda
bangun pagi dengan uang di kantong, Anda bersikap
kapitalis. Siang hari, ketika Anda harus mentraktir
beberapa karib, Anda menjadi sosialis. Sore hari, Anda
dan teman-teman bersorak girang, karena tidak ada
dalam kedua sistem itu." Solidaritas bisa meminta
uluran tangan kaum Kapitalis yang berjiwa sosial; kaum
Sosialis berbicara tentang seribu satu macam ide
solidaritas sementara tidak dapat melakukan satu
perbaikan taraf hidup yang memakmurkan rakyat.
Solidaritas memang menyatukan mereka untuk menempatkan
tiap orang pada garis perannya. Formalisme nama itu
telah hilang dalam tata Peradaban dan pergaulan dunia.
Tinggal manusia yang solider denga pemilik modal dan
solider se-setia-kawan.

wassalam,

berthy b rahawarin

--- Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id>
wrote:

> Oleh Tjahja Gunawan

Kirim email ke