Sekedar menyambung the insane society, acara Om Wimar Witoelar bertajuk Wimar's World (Jak-TV) baru-baru ini "disensor" secara politik. Sensor politik yg sarat akan praktik Orde Baru ini juga membuktikkan bahwa politisi Indonesia masuk ke dalam THE INSANE SOCIETY!!
Bagaimana bisa, di era kebebasan informasi ini, sensor politik masih juga digunakan?! sungguh INSANE! Salam, Patrick Hutapea --- In [email protected], john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau dulu, guru saya pernah memberi wejangan, "sabegja-begjane wong urip, isih luwih begja wong sing eling lan waspodho," (seuntung- untungnya manusia, lebih beruntung yang "sadar" dan waspada). > "Sadar" disini berarti kita mampu menahan diri dari godaan-godaan harta, tahta yang bisa membuat "insane" tadi. > Ada buku bagus, judulnya Emotional Dicipline karya Charles C. Manz (Gramedia, 2007) yang mungkin bisa dijadikan referensi supaya kita tetap "sane". > > Salam.
