Panjenengan juga lucu banget.
Tolong baca juga baik-baik kalimat saya terakhir: "apakah Anda sudah cukup
mengerti?" Ini adalah pertanyaan. Pertanyaan adalah untuk dijawab, bukan
pernyataan yang berhenti pada dirinya sendiri. Pertanyaan bukan penilaian.
Namun, bukannya menjawab pertanyaan itu, panjenengan malah berlucu-lucuan.
Jika ada seseorang mengomentari sesuatu dengan berkata: "kesannya kok mbulet
dan dibuat-buat," maka bisa diasumsikan bahwa itu bukan kesan yang tumbuh dari
titik nol, melainkan berbasis sejumlah pengetahuan dasar. Jika tidak, bagaimana
bisa tiba pada atribut "mbulet" dan "dibuat-buat"? Hanya dengan membandingkan
sesuatu dengan pengetahuan dasar yang sudah dimiliki tentang sesuatu itulah
maka seseorang bisa sampai pada kesan bahwa sesuatu itu "mbulet" dan
"dibuat-buat."
Jika saya tak mengerti sama sekali tentang kristianitas, lalu saya baca
tulisan itu, maka kesan saya adalah: "tak ngerti." Tapi, jika saya dapat kesan
bahwa tulisan itu "mbulet" dan "dibuat-buat," maka bisa dipastikan saya sudah
punya pengertian dasar sampai level tertentu tentang kristianitas. Maka itu,
saya tanya, panjenengan sudah cukup mengertikah?
Jadi, siapa yang lebih lucu?
Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sampeyan ini lucu juga,
tolong baca baik2 komentar saya. cuma sedikit kok. saya katakan "kesannya"
mbulet dan dibuat2. kemudian saya akhiri dengan: saya tidak tau. kok anda malah
mengakhiri komentar dg pertanyaan: apakah anda sudah cukup mengerti?
saya suka membaca teologi. saya suka baca tulisan2 yang mengupas keimanan
dengan logis. tulisan gede prama ttg nyepi yg lalu misalnya, enak sekali
dibaca. tidak ada urut2an logika yang dipaksakan. juga tulisan2 kang sobari,
misalnya. enak sekali. tulisan2 kristen yang lain juga banyak yang enak dibaca.
poitn saya, bukan masalah ini tulisan kristen atau bukan. karena saya tidak mau
terjebak dalam debat yang bahkan tak ada ujungnya.
kalau memang terlalu sulit untuk menjelaskan keimanan dg logika, ya sebaiknya
tidak usah dijelaskan. cukup diyakini. maka akan menjadi lebih elegan.
selamat paskah