Membaca artikel ini untuk saya memang mengejutkan.

Memang berlebihan , tindakan yang seperti itu. Sama seperti yang terjadi pada 
putri saya
( 11 tahun) yang lupa mengeluarkan gunting dari handbagnya karena dia suka 
prakarya/
juga mengalami hal yang mirip di Changi walaupun tidak sampai tertahan. Hanya 
cara
respons petugas disana memang sering berlebihan.

Kalau anda datang via Batam, ditengah laut sebelum masuk Singapura boat akan
dihentikan dan akan ada petugas dari kapal patroli yang masuk dengan senjata 
berat dan
jaket anti peluru memeriksa sekeliling kapal ( katanya sih " Random chek")

Kalau anda sampai di Changi naik budget airlines disisi " D" hampir pasti 
begitu turun
semua bawaan anda akan discan, anda akan diperiksa dengan sangat teliti (katanya
sih"Random check" tapi cuma pesawat dari Indonesia.

Disatu sisi mungkin kita dapat mengerti karena pariwisata adalah tulang 
punggung negara
tersebut.

Yang ironis, saat kita tiba di Soekarno Hatta, kecuali untuk alasan bea cukai, 
kita semua
tidak pernah dicegat untuk pemeriksaan keamanan

Indonesia sebagai negara yang sering mendapat ancaman teroris, di bandar udara
Soekarno Hatta, Ngurah Rai, Pel Ferry di Batam , kita tidak pernah ada petugas 
polisi atau
militer dengan senjata lengkap berpatroli untuk memberikan "image" bahwa negara 
kita
memperdulikan keamanan pengunjung.

Kalau kita naik boat dari Singapore ke Batam, saya belum pernah dicegat oleh 
kapal ALRI
atau POLRI untuk pemeriksaan.

Dengan demikian, sukses dan sangat berhasil penggambaran yang diberikan oleh 
negara
negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia dll bahwa Indonesia adalah 
negara yang
tidak aman.

Semoga masukan ini dapat menjadi pertimbangan untuk pihak aparat untuk melakukan
hal yang sama demi menaikkan citra bangsa. Tapi jangan sampai berlebihan 
seperti yang
terjadi di Singapura

Salam hormat,

Greg Suharsono








--- In [email protected], Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Reading this article made me really sick. I cannot beleive people could be so 
> rude and
behaving as if that they are doing the right thing in abusing a family on their 
way to a
holiday.
>   If this family is really carrying "a bomb" surely they wouldn't have taken 
> their children
with them?
>   Come on....use the brain, as Singaporean always so proud of their 
> intellectual!
>   Maybe to make them feel important is by abusing other people in the name of 
> their
authority.
>
>   And thinking of Singaporean's behaviour, I know how they are like, I lived 
> in Singapore
for almost 6 years.
>   And I also have a similar story to tell, I was going to Hong Kong from 
> Singapore to a
meeting and on the plane an Indian stewardess served me a drink and snack. She 
was
deliberately spilled the juice on my silk blouse and made the snack dropped on 
the floor.
If she really is the Singapore Girl as always being advertized as the best 
stewardesses in
the world, obviously she should have got some more training or she should have 
been
sacked!
>   Because she is definitely an embarrassment  for the Singapore Airlines' 
> industry.
>
>   I ended up to go to the meeting with soiled blouse because I only had a day 
> trip and
didn't have the time to buy a new blouse to change before attended the meeting.
>
>   Salam,
>   Yuli
>

Kirim email ke