Bukan karung, Pak. Ember cucian seperti pilihan mantan Kabulog kita, 
hahaha.

Saya pernah baca bahwa Turki baru saja melakukan hal ini. Mata uang 
Turki yang sempat bernilai 1.65 juta Lira per Dolar AS akhirnya 
diganti dengan New Turkey Lira. 1 Lira baru senilai dengan 1,000,000 
Lira baru. Jadi mereka memangkas 6 nol.

Yang dilakukan pemerintah bukan revaluasi, tapi menerbitkan uang 
baru yang konversinya seribu kali atau sejuta kali uang lama.

Kalau tidak salah baca juga, mata uang kita ini masuk sepuluh besar 
mata uang paling tidak bernilai di dunia. Kawannya mata uang Laos, 
Vietnam, dan Zimbabwe. Saya senang juga kalau kita memotong 3 nol, 
jadi mata uang kita tidak malu-maluin lagi. Cuma saya sudah 
membayangkan jawabannya: "Di tengah kondisi bangsa yang masih 
terpuruk ini apakah tidak ada prioritas lain?". Kalau sudah begitu 
terpaksalah awak diam seribu bahasa.

Balik lagi ke urusan kembalian supermarket, apa sulitnya sih 
memasang harga yang bulat ke ratusan terdekat. Mengapa sabun cuci 
mesti dijual seharga Rp16,475 dan bukan Rp16,400 atau Rp16,500 saja?

Andi

--- In [email protected], "walsuparmo" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam, 
> Inilah akibat  karena uang Repubik Indonesia MEROSOT terus 
nilainya 
> sampai tidak berharga sehingga  mencapai angka2 ASTRONOMIS.
> Apakah  sudah tiba SAATNYA untuk REEVALUASI dengan menghilangkan  
> tiga NOL dibelakangya?. Jadi Rp.1000,- menjadi Rp 1,- seperti yang 
> pernah dilakukan?. Namun harus dibungkus sedemikan rupa sehingga 
> tidak berbentuk SANERING atau pengguntingan uang.Kalau dibiarkan 
> terus akan semakin gila.Untung sekarang  uang giral sudah 
> populer,kalau tidak sejarah berulang lagi dan orang harus membawa 
> KARUNG untuk menempatkan uang(sebenarnya sudah terjadi).
> Wasalam,
> Wal Suparmo 
> 
> 
> 
> 
> 
> [email protected], "EKO KERTAJAYA" 
> <id050_alt@> wrote:
> >
> > Salam
> > 
> > Sekedar info saja.
> > 
> > Memang sekarang untuk stok uang logam pecahan 50 atau 100 sulit
> > sekali di dapat, sekalipun oleh kalangan perbankan. Pihak BI pun
> > kayaknya juga berpikir ulang untuk pengadaanya, soalnya sekarang
> > nilai intrinsik pecahan tersebut lebih tinggi daripada nilai 
> nominalnya.
> > Bahkan di masyarakat sudah bukan rahasia lagi banyak pengumpul
> > uang logam tersebut dan menjualnya dalam bentuk logam leburan.
> > Biaya pengumumpulan +/- 10 jt bisa laku +/- 12 jt an.
> > Tekanan hidup memang bisa menghasilkan ide yang cerdas. :-)
> > 
> >>
>


Kirim email ke