Saya setuju sama Pak Haniwar,

Tapi mungkin yang dimaksud negara industri baru
Presiden Suharto adalah industri pedagang kelontong...

Mariana


Wednesday, April 11, 2007, 6:57:05 AM, you wrote:

> Mengomentari oto biografi Suharto, Pemred Kompas, Suryopratomo menulis,
> "tidak bisa disangkal salah stau keberhasilan yang di capai Presiden 
> Suharto selama 32 tahun menjadi orang nomor satu di Indonesia adalah 
> mengubah Indonesia dari negara miskin menjadi negara yang beranjak ke 
> negara industri baru.."


> Apa betul ini keberhasilan yg nggak bisa disangkal..??/

> Yang saya tahu, uang untuk membangun itu, kalao lihat APBN disaat itu 
> pendapatannya 70 persen dr minyak bumi, sisanya dr :bantuan LN" berupa hutang.

> Saat berhenti jadi Presiden,,, minyak bumi bahkan hutannya hampir habis,
> semmentara "bantuan" alias hutang itujadi beban rakyat saat ini.

> Belumlg itu atas kehilangan harga diri bangsa..., menjadi MAJOI, malu aku
> jadi orang OIndonesia, krn negara tetangga juga jauh lebih maju.

> Seandainya ada infrastruktur yg di bangun, maka itu krn pembangunan 
> memungkinkan ada yang di korupsi.. Sementara maintenance/perawatan tidak
> dilakukan, krn nggak ada yg bisa dikorupsi.


> Mau bukti..

> coba bikin neraca awal  dr pemerintahan Suharto..., berapa asset yg 
> terkandung di bumi kita.. dan berapa hutang yang membebani kita..termasuk
> juga yg intangible, seperti rakyat yg bersemangat nasionalisme yg membara
> dr hsl didikan Sukarno, dengan di akhir neraca banyaknya mental cecunguk
> kaki tangan nekolim

> Lalu  neraca akhir akan menunjukkan, asset kita berupa kekayaan alam habis,
> asset infrasrtruktur juga nyatanya nggak ada krn nggak terpelihara... ehh
> utangnya banyak banget..


> Sebegitu kok  nyatanya..mana sih industri barunya.???. ekspor juga cuma
> bisa hasil alam dan tambang...

> Patrtiot   atau   crook...????., mau nanya sama kadal..???. asal tahu 
> aja  rakyat banyak memang banyak  di kadalin ...

> Salam

> Haniwar

Kirim email ke