Pak Wal, Wah sayang, Ibunda saya sudah wafat 11 tahun lalu .. dan mengenai (over)estimate anda saya pun ndak bisa komentar banyak, setahu saya beliau lulusan sekolah (asrama) Belanda di Semarang (??). Maklum lah, saya dulu terlalu banyak membuat diri lengah dengan hal-hal yang menurut saya (sebagai anak muda yang mungkin "Bengal") dulu lebih menarik, akhirnya hal-hal yang langgeng pentingnya seperti kepribadian serta karya-karya mbah Sosro (yang mungkin dapat saya dengar dari orang yang mengenalnya dari pengalamannya sendiri) pupus sudah. Yang tertinggal diingatan saya hanya Photo Beliau (ukuran DIN A5) duduk dimeja kerjanya dengan pandangan tegas dan bijak (tidak memandang kamera, tapi bagi saya mencerminkan ketenangan dan Wisdom), dimana pada setiap hari-hari penting (Ulangan/Ujian) saya diharuskan meminta "restu" pada Beliau dihadapan Photonya. Saya akan coba cari info melalui kakak-kakak yang mungkin memegang arsip/peninggalan orangtua sehubungan dengan Drs. Sosrokartono. Bila ada hasilnya akan saya kabari. Surat asli yang saya maksud, itu pun saya terima dari seorang Kakak setelah Ibu saya wafat. Salam, Bodo
--- In [email protected], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Halo Pak Bodo, > Anyhow Ibu Anda tentu orang INTELEK klas berat karena PENGAGUM dan > kenal serta berhubungan dengan Pak Sosrokartono.Menurut yang saya > dengar Pak Sosrokartono penah menjadi penterjemah di Volkenbond( > Serikat Bangsa2) yang berpusat di Paris. Setelah lebih dari 80 tahun > rekord ini TIDAK dapat dipecahkan oleh bangsa/orang Indonesia. > Pertanyaan sekarang terbalik,Ibu Anda tentu bukan orang sembarangan > dan saya justru ingin tahu(kalau masih sugeng),segala hal mengenai > Drs Sosrokartono karena beliau adalah abang dari R.A.Kartini yang > pada umur 19 tahun sudah dapat menulis surat2 yang berbobot dalam > bahasa asing dan mempunyai visi TELESKOPIS mengenai wanita Jawa > (Indonesia), > Wsalam, > Wal Suparmo > > > > > > --- In [email protected], "bodo_kerlchen" > <bodo_kerlchen@> wrote: > > > > >
