Penjelsan bung Edi tentang perempuan dan juga dizaman Rosul, menyejukkan hati saya -ika-
-----Original Message----- From: "edi_fa87" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Date: Tue, 10 Apr 2007 12:24:46 -0000 Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: perempuan calon penghuni neraka > *********************** > No virus was detected in the attachment no filename > > Your mail has been scanned by OPME InterScan. > ***********-*********** > > > Bung Iwan, > saya, walaupun laki-laki, termasuk yang tidak "sreg" dengan bunyi > hadis yang Anda sebut-sebut itu. > > Di bawah ini, saya sertakan sebuah tulisan lama dari Jalaluddin > Rakhmat, berjudul: Bidadari itu "Perempuan Shaleh", yang dimuat di > Tempo, 6 November 1993, yang--sedikit banyak--membahas hadis yang > Anda > kutip itu. > > Bidadari itu: "Perempuan Shaleh" > Dr. Jalaluddin Rakhmat > > "Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu > perempuan?" tanya seorang murid kepada Imam Ja'far. Fakih besar abad > kedua hijrah itu tersenyum. "Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur'an - > Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan > mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya (QS > 56:36-37). Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah > ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari > daripada laki-laki mukmin." Secara tidak langsung, Imam Ja'far > menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni > surga justru perempuan. > > Hadis yang 'mendiskreditkan' perempuan ternyata sudah masyhur sejak > abad kedua hijrah. Tetapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang > menolaknya. Dari Imam Ja'far inilah berkembang mazhab Ja'fari, yang > menetapkan bahwa akikah harus sama baik buat laki-laki maupun > perempuan. Pada mazhab-mazhab yang lain, untuk anak laki-laki > disembelih dua ekor domba, untuk anak perempuan seekor saja. > Mengingat > sejarahnya, mazhab Ja'fari lebih tua, karena itu lebih dekat dengan > masa Nabi daripada mazhab lainnya. Boleh jadi, hadis-hadis yang > memojokkan perempuan itu baru muncul kemudian: sebagai produk budaya > yang sangat maskulin ? > > Karena banyak ayat turun membela perempuan, pada zaman Nabi para > sahabat memperlakukan istri mereka dengan sangat sopan. Mereka takut, > kata Abdullah, wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi > meninggal, mereka mulai bebas berbicara dengan istri mereka > (Bukhari). > Umar, ayah Abdullah, menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas > berbicara kepada suaminya pada zaman Nabi. > > Ketika Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan perkataan > yang keras istrinya berkata: Kenapa kamu terkejut karena aku > membantahmu? Istri-istri Nabi pun sering membantah Nabi dan sebagian > malah membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan itu > mengejutkan Umar: Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera > menemui Hafsah, salah seorang istri Nabi: Betulkah sebagian di antara > kalian membuat Nabi marah sampai malam hari? Betul, jawab Hafsah > (Bukhari). > > Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya > memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar, karena istriku memasak, > mencuci, mengurus anak-anak, padahal semua itu bukan kewajiban dia. > Anehnya, sekarang, di dunia Islam, pekerjaan itu dianggap kewajiban > istri. Ketika umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat > gandalah pekerjaan mereka. Berlipat juga beban dan derita mereka. > Untuk menghibur mereka para mubalig (juga mubalighat) bercerita > tentang pahala buat wanita saleh yang mengabdi (atau menderita) untuk > suaminya: Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan > memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (hadis 1). Bila > seorang perempuan menyakiti suaminya, Allah tidak akan menerima > salatnya dan semua kebaikan amalnya sampai dia membuat suaminya > senang > (hadis 2). Siapa yang sabar menanggung penderitaan karena perbuatan > suaminya yang jelek, ia diberi pahala seperti pahala Asiyahbinti > Mazahim (hadis 3). Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun > menambahkan cerita-cerita dramatis. Konon, Fathimah mendengar Rasul > menyebut seorang perempuan yang pertama kali masuk surga. Ia ingin > tahu apa yang membuatnya semulia itu. Ternyata, ia sangat menaati > suaminya begitu rupa, sehingga ia sediakan cambuk setiap kali ia > berkhidmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk icambuk kapan > saja suaminya mengira service-nya kurang baik. > > Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tetapi > hadis-hadis itu memang termaktub dalam kitab-kitab hadis. Hadis 1: > diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. Tetapi Bukhari (yang lebih tinggi > kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkan hadis sebagai > berikut: Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di > rumahnya, ia berkata: "Nabi melayani keperluan istrinya menyapu > rumah, > menjahit baju, memperbaiki sandal, dan memerah susu." Anehnya, hadis > ini jarang disebut oleh para mubalig. Karena bertentangan dengan > 'kepentingan laki-laki' ? > > Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan > laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata,"Begitu pula laki-laki > menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat > zalim kepada istrinya." Dan sebelum hadis 3, Nabi berkata, "Barang > siapa yang bersabar (menanggung penderitaan) karena perbuatan > istrinya > yang buruk, Allah akan Memberikan untuk setiap kesabaran yang > dilakukannya pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ayyub." > Tetapi, > begitulah, kelengkapan hadis ini jarang keluar dari khotbah Mubalig ( > yang umumnya laki-laki ). > > Maka sepeninggal Nabi, perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki, > sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat kepada perempuan. Fikih > yang semuanya dirumuskan laki-laki menempatkan perempuan pada posisi > kedua. Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan > ajaran Islam yang 'memanjakan' laki-laki. Ketika sebagian perempuan > muslimat menghujat fikih yang mapan, banyak laki-laki saleh itu > berang. Mereka dituduh agen feminisme Barat, budak kaum kuffar. > Mereka > dianggap merusak sunnah Nabi. Nabi saw berkata, "Samakanlah ketika > kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu > kepada anak perempuan." Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semua > anaknya perempuan, Nabi berkata, "Jika ada yang mempunyai anak > perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak > perempuan itu akan menjadi pengahalang baginya dari api neraka > (Muslim). > > Pendeknya, dahulukan perempuan, kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan > laki-laki, teriak kita sekarang. > > > > --- In [email protected], Iwan Wibawa > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > menyaksikan bagaimana istri calon tersangka koruptor milyaran > rupiah > diperiksa kejaksaan, saya jadi teringat salah satu hadist nabi yang > mengatakan bahwa penghuni neraka akan lebih banyak diisi perempuan, > kenapa suami bisa punya duit milyaran rupiah bahkan konon sampai > harus > disimpan dikamar mandi, karena takut disita kejaksaan, istri yang > salehah bukan hanya pintar mengurus rumah tangga namun bisa menjadi > alarm pertama jika suami mau melakukan korupsi, kenapa istri tidak > pernah bertanya pada suami darimana dapat duit sebanyak itu, dari > gaji, dari komisi, dari angpau, kenapa tidak pernah bertanya ? > tanyakan pada rumput yang bergoyang, berhati-hatilah memilih > pasangan, > carilah pasangan yang bisa membawa mu kesurga yang abadi, bukan surga > duniawi. > > > > --------------------------------- > > Finding fabulous fares is fun. > > Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find > flight and hotel bargains. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > ===================================================== > Pojok Milis FPK: > > 1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS > 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line > (KCM) > 3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke > anggota > 4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] > 5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED] > > KOMPAS LINTAS GENERASI > ===================================================== > > Yahoo! Groups Links > > >
