Dear Netter ,
Apa kabar teman-teman FPK, sedikit Kami ingin sampaikan mengenai
hentikan kekerasan di lembaga pendidikan. Kami ingin berbagi
pengalaman , semoga bermanfaat :
Saya sependapat dengan P Darsono Supardi. Tanpa bermaksud untuk
memihak pada person atau lembaga ( instansi )tertentu.
Berdasarkan pengalaman mengikuti Pendidikan militer lebih kurang
selama 10 bulan , yang terbagi 2 yaitu : 5 bulan dalam Latihan Dasar
Kepemimpinan , dan sisanya adalah bela negara , serta berkesempatan
melaksanakan kunjungan ke salah satu Angkatan , menyaksikan proses
pendidikan militer.Berdasarkan pengalaman tersebut justru kami
berpikir bahwa Pendidikan militer benar-benar meningkatkan kwalitas
Mental serta Disiplin kita.Pendidikan tersebut membentuk kita menjadi
personil yang Tangguh, sehat jiwa dan jasmani, tidak gampang
menyerah, memiliki semangat yang tinggi, siap untuk mengabdi bagi
Bangsa dan Negaranya ( sekali lagi , tidak bermaksud membanggakan
atau membela person dan lembaga (instansi) tertentu ), serta ti.
Pendidikan tersebut juga lebih meningkatkan rasa Corsa ,
kesetiakawanan sosial. Mengapa ? Karena dalam pendidikan tersebut,
tidak ada  "Gebuk-Gebukan" yang menyebabkan kematian. Titik-titik
yang dapat menyebabkan kematian di tubuh manusia ( maaf , mungkin
sensei kita di Houston dapat menjelaskan ) tidak pernah dilakukan.
Dalam pendidikan tersebut dilakukan latihan fisik antara lain :
- Bangun pagi ditentukan waktunya , misal pkl 4.00 am , bila kita
terlambat , maka dikenakan hukuman seperti Push-up , jalan jongkok
atau membersihkan kamar tidur dan kamar mandi. hal ini rutin
dilaksanakan.
- Latihan bela diri , dapat karate atau pencak silat, harus dengan
kuda-kuda yang sempurna. jika kita salah , maka diberikan sanksi
hukuman seperti lompat jongkok atau setengah sit-up.Hal ini rutin
dilaksanakan.
- Kita disiplin untuk tepat waktu dalam berbagai kegiatan termasuk
Makan. 3 kali sehari dengan waktu yang telah ditentukan dan dibatasi.
Demikian juga waktu istirahat kita , waktu tidur kita. Tengah malam
sering di bangunkan menggunakan sirene tanda bahaya , langsung apel
dan baris berbaris. jika kita tidak tepat maka kembali push-up, sit-
up , jalan jongkok , lompat jongkok , lari keliling lapangan , atau
berenang ke laut , akan kembali menjadi santapan kita. Demikian
mungkin antara lain beberapa kegiatan dalam proses pendidikan
militer. Banyak hal positifnya , kita menjadi disiplin , rendah
hati , mengerti akan waktu ,setia kawan , seperti , misal bagi yang
muslim , kebiasaan dibangunkan mendadak tengah malam dengan
menggunakan sirene , dapat menjadikan kebiasaan untuk melakukan
sholat malam , karena terbiasa bangun saat waktu malam tersebut.
Banyak kegiatan positif lainnya secara fisik dan seluruhnya berbentuk
Olah Raga baik fisik ataupun jasmani, termasuk latihan pernafasan.
Bagi kita yang hanya manusia biasa tentu ada yang kuat dan tidak ,
oleh karena itu setiap bulan masa pendidikan dilaksanakan pemeriksaan
fisik dan mental. Selama waktu pendidikan tersebut termasuk
komunikasi dengan pihak luar dibatasi , hanya hari minggu kita
diperbolehkan menghubungi rekan , keluarga , sanak saudara. Memang
banyak yang tidak kuat dengan pola sistim pendidikan seperti ini
Nah kasus IPDN telah benar-benar bukan Memanusiakan Manusia.Sistem
Pendidikan disana mulai sejak bernama STPDN seperti apa ? " Tidak ada
mendidik dengan cara memukuli sesama Manusia.
Solusinya jadikan lembaga tersebut dengan tegas jika ingin secara
Militer maka taruh Militer di lembaga tersebut. Jika secara sipil
maka bubarkan lembaga tersebut , Kampus-kampus BHMN yang notabene PTN
di fakultas Sospol ada kekhususan MKDU Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri
hingga MKDK (Mata Kuliah Dasar Khusus ) sampai Mahasiswa/i membuat
skripsi , khusus mengenai Ilmu Pemerintahan dalam negeri. Jika tidak
dibubarkan maka kampus tersebut harus sama persis dengan seluruh PTN
di Indonesia. Karena IPDN bukanlah SMA Taruna atau AKMIL sekalipun.
IPTN adalah Lembaga pendidikan yang mencetak Sarjana sosial sipil.
Sekali lagi kita harus tegas.
Demikian sedikit berbagi pengalaman kami , dan semoga segala
objektifitas di negeri ini semakin terungkap , tidak " acak
kedumbrang " , bercampur baur , mana Pendidikan Militer Mana
Pendidikan sipil.
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan pengetikan serta terlalu
panjangnya tulisan ini.
Salam , Kebersamaan
Yusuf Senopati Riyanto

--- In [EMAIL PROTECTED], "Darsono Supardi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ** Rekans FPK, terutama mas Bodo (yang pasti tidak bodo), saya hanya
> pengin menambahkan apa yang saya alami sebagai produk Pendidikan
Militer
> dan juga telah dididik dilingkungan Militer di 4 benua.  Apa yang
saya
> lihat dari tayangan TV tentang Pendidikan di IPDN itu memang tidak
dan
> bukan produk Pendidikan di Militer kita. Makanya, pada tulisan saya
> terdahulu mestinya bukan hanya Praja-nya saja yang harus bertanggung
> jawab, Pembimbing-nya juga harus memoertanggung-jawabkan kejadian
> tersebut.
>
> ** Sebagai anggota Militer, pendidikan yang kita terima adalah untuk
> membentuk menjadi personil yang Tangguh, sehat jiwa dan jasmani,
tidak
> gampang menyerah, memiliki semangat yang tinggi, siap untuk
mengabdi bagi
> Bangsa dan Negaranya. Yang semuanya itu tercermin dalam SAPTA MARGA.
> Sehingga Pendidikan di-lingkungan Kemiliteran kita pada dasarnya
untyuk
> membentuk Prajurit yang SAPTA MARGA-ist.    Nach, apa yang terjadi
di
> IPDN jangan di- GEBYAH UYAH sebagai pendidikan Kemiliteran.
>
> ** Contoh yang baik, lihatlah disekolah SMA Taruna Nusantara. Karena
> Pembina-nya melaksanakan Pengajaran dan pembinaan yang benar, maka
> hasilnya juga bagus.
>
> ** Nach , kalau IPDN memang merupakan Pendidikan untuk calon Pamong
> Praja....ya harus ada perombakan, tanpa perlu membubarkan.
Pembenahan SDM
> pengawakan Pengajar, kurikulum maupun manajemen-nya. Kalau dianggap
> melanggar UU Sisdiknas, ya harus dibenahi organisasinya. Sebagai
Pamong
> Praja mereka harus mendapat bekal yang memadai, ya fisik-nya yang
bauk ya
> Leadership nya ataupun sebagai Guru (Pamong) untuk lingkungan yang
harus
> dilayani-nya.  Marilah, kita sebagai orang-2 yang berpendidikan
Tinggi ya
> harus memberikan acuan yang positif buat Pembelajaran bagi negeri
> tercinta ini.
>
> ** Salam hormat dari the Old Navy di Juanda SBY.

Kirim email ke