Hehehe...pak Gun.....tindakan saya yang tidak konsisten, yang mana ya? Karena 
saya selalu konsisten, gaji saya setiap bulan nya saya hasilkan dari jerih 
payah saya sendiri, bukan dari hasil "dealing and wheeling" yang tidak syah, 
dan saya, Insya Allah jangan sampai, belum pernah merugikan negara ataupun uang 
rakyat Indonesia dengan mendapatkan imbalan uang ataupun "parcel". 
  Apakah itu dari hasil penjualan tanah milik negara ataupun berbisnis di 
Jonggol yang seperti pak Martin kemukakan. Sayang.....sayang.....
   
  Dan sebisanya saya tetap membantu orang-orang yang membutuhkan dengan gaji 
saya yang tidak terlalu besar tersebut (seperti mbah Marijan, kalau bisa - 
mudah-mudahan), yaitu nomer satu, dengan pembantu saya yang loyal, saya 
sebisanya membatu supaya anak-anak nya mentas. Dan bisa tetap sehat dan makan 
setiap harinya.
  Juga kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan, sebisanya saya bantu.
   
  Saya bekerja untuk organisasi saya yang membantu anak-anak dalam hal 
pendidikan dan "child protection" nya. Yang mudah-mudahan akan berguna bagi 
anak-anak Indonesia, sekarang dan dimasa mendatang. Terutama jika dalam keadaan 
"emergency and disaster".
   
  Dulu saya sewaktu bekerja untuk lingkungan sering menangis melihat 
keserakahan para pejabat Indonesia yang menghancurkan lingkungan nya demi 
memuaskan ketamakan mereka, tanpa memperdulikan bagaimana keadaan 
"bio-diversity" Indonesia untuk anak dan cucu kita dimasa mendatang. Masih 
adakah hasil kekayaan Indonesia yang akan mereka nikmati?!
   
  Jadi....jangan mengatakan bahwa saya tidak konsisten, jika anda tidak tahu 
apa yang saya kerjakan dan yang sudah saya kerjakan.
   
  May peace be with you.
   
  Yuli

guntoro soewarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya sengaja mengutip apa yang situlis Yuli, begini: "'Mau dibawa 
kemana lagi nantinya INDONESIA KU tercinta ini? Hasil Kekayaan Alamnya sudah 
"AMBLAS" dimakan orang-orang dari luar INDONESIA, 
daerah-daerah yang menghasilkan hasil kekayaan alam nya sudah "DILACURKAN" 
kepada perusahaan-perusahaan asing selama 95 tahun. INDONESIA tinggal "GIGIT 
JARI" dan "NGEMIS" ke IMF dan WORLD BANK!

Tidak disangka cara berfikir Yuli persis seperti apa yang selalu diungkapkan AS 
dan RR. Sayangnya, antara ucapan dan tindakan Yuli tidak konsisten. Ada split. 
Sayang..sayang..

salam

gs

Kirim email ke