Bung Radityo,
Anda tentu kecewa ternyata sang pembunuh bukan keturunan arab atau Turki seperti yang anda harapkan, menurut berita dari Chicago Sun pembunuhnya adalah seorang keturunan China yang stress karena putus cinta. Saya heran anda tidak berubah-ubah juga dari dulu. Pada tanggal 17 Apr 2007 00:25:36 -0700, radityo djadjoeri < [EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Bung Vavai, > > Kalau boleh saya menebak, Indonebia pasti akan senang plus riang gembira > kalau ada orang Arab yang membunuhi > mahasiswa di Amrik. Dia pasti akan bilang: "Ana dan sohib-sohib ana yang > tersebar dimana-mana... > bla bla bla bla.." > > Hehehehehee.... > > Yang saya herankan, kenapa polisi tidak langsung mengungkap asal-usul si > pembunuh? > Kalau toh si pembunuh tak bawa ID-Card, biasanya diperkirakan rasnya. > Kalau cuma Asia kan macem-macem bentuknya? Bisa Jepang, Melayu, Arab dan > lainnya, dan itu sungguh berbeda. Heran, cuma disebutkan tinggi badannya > saja.
