http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/17/utama/3462969.htm ========================
Jakarta, Kompas - Mantan penerbang TNI Angkatan Udara yang menembak Istana Merdeka dari pesawat MIG-17, Daniel Maukar, meninggal dunia dalam usia 72 tahun, Senin (16/4) pagi di Rumah Sakit Cikini, Jakarta. Jenazah akan dimakamkan hari Selasa ini di TPU Pondok Rangon dan diberangkatkan pukul 10.00 dari rumah duka di RS Cikini. Letnan Dua Penerbang Daniel Maukar pada 9 Maret 1960 menerbangkan MIG-17 dan melepaskan peluru kanon 23 mm dari pesawat tempur itu ke Istana Merdeka dan jatuh tepat sasaran dekat meja kerja Presiden Soekarno. Beruntung waktu itu Presiden Soekarno sedang berada di Gedung DPA yang terletak di sebelah kiri Istana. Banyak pihak memercayai tembakan ke istana oleh seorang perwira muda waktu itu bukan karena alasan politis, melainkan lebih karena alasan pribadi. Maukar kemudian mendaratkan pesawat tempur buatan Uni Soviet itu di persawahan Kadungoro, Leles, Garut, Jawa Barat. Para ahli penerbangan dari Uni Soviet waktu itu tak habis pikir bagaimana ia mampu mendaratkan MIG-17 tersebut dengan sangat baik, tanpa menimbulkan kerusakan berarti. Maukar sendiri keluar dengan tenang dari pesawat. Ia lalu ditangkap pasukan TNI. Sesudah peristiwa itu, KSAU Suryadarma bergegas ke Istana Merdeka untuk melihat akibat- akibat tembakan itu, lalu membuka tanda jabatannya serta menyerahkannya kepada Presiden Soekarno. Ia mengundurkan diri. Daniel Maukar kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Militer Angkatan Udara. Namun, eksekusi itu tak dilaksanakan. Ia dibebaskan dari penjara tahun 1968. (*/vik)
