Jangan tergesa-gesa...
Apakah pemberian izin pada TPI mempersyaratkan mereka fokus pada
pendidikan? Jika tidak, apa salahnya.. mereka bisa jadikan TPI itu
sekedar nama.

Kejadian ini sudah banyak terjadi tidak hanya di sektor media dan bukan
hanya di Indonesia. Beberapa contoh:
1. 3M .. ada yang ingat bahwa nama aslinya Mineral Mining Minesota yang
kini bisnisnya sudah jauh berbeda dari saat didirikan.
2. Bank BRI .. mungkin sudah mulai banyak yang lupa bahwa BRI = Bank
Rakyat Indonesia. Idem Bank BNI.
3. University RMIT, dimana RMIT = Royal Melbourne Institute of
Technology.
4. Perumahan Kerkhoff dimana kerkhoff itu artinya kuburan. Atau,
Perumahan inhoftank.. padahal inhoftank artinya septic tank alias
cubluk.

Dan,... banyak contoh lain disekitar kita.

Jabat erat,
KK 
 
On Mon, 2007-04-16 at 19:20 -0700, ruri huriah wrote:
> Kepada Pembaca,
> 
> Bagaimana menurut anda-anda, apakah Stasiun TV TPI perlu diganti
> namanya, karena menurut saya dan banyak orang, TPI (Televisi
> Pendidikan Indonesia) sudah sangat menyimpang acara-acara yang
> disuguhkan.
> 
> Waktu pertama launching, memang acara pendidikannya anyar, tapi
> lama-kelamaan dengan banyaknya stasiun-stasiun TV yang baru, mereka
> bersaing untuk memberikan acara-acara yang bergengsi dan lebih
> berbobot.
> 
> Tapi sayangnya persaingan tersebut, tidak diimbangi dengan tujuan
> semula dibuatnya stasiun TPI tersebut, dan banyak sekali saat ini
> tayangan-tayangan yang tidak ada unsur pendidikannya (sedikit).
> 
> Setidak-tidaknya pada pagi hari, jam 07.00 - 12.00 itu lebih baik
> diisi dengan acara-acara pendidikan. Baru setelah siang sampai malam
> acara bebas (gosip artis, sinetron, dll).
> 
> Sekarang di setiap stasiun TV menayangkan acara-acara sinetron/drama
> dengan bumbu-bumbu mistik, itu sama sekali menyimpang dengan nama
> "TPI".
> 
> Jadi bagaimana? perlu dirombak nama TPI tersebut? atau merombak
> susunan acaranya saja?? jadi jangan hanya memikirkan persaingan dan
> keuntungan yang didapat, tetapi moral dan pendidikan anak bangsa yang
> harus diperhatikan, benar tidak??

Kirim email ke