Saya teringat sekitar 3-4 tahun  yang lalu di MONASH UNIVERSITY, Melbourne, 
Australia juga ada penembakan yang dilakukan oleh mahasiswa asal Asia (Korea 
juga kalau tak salah atau mungkin China) yang juga sedang stress.
Korbannya kalau tak salah tak banyak kurang dari 10 mahasiswa saja dan tak ada 
mahasiswa Indonesia yang tewas.
Penyebabnya juga stress.

Meskipun di Australia penjualan senjata api  diijinkan untuk umum namun tak 
sebebas di Amerika tapi yang jelas jika di Australia hampir tak terdengar orng 
menodong atau merampok dijalan dengan pistol.

Kalaupun ada yang merampok dengan pistol maka yang dirampok hanya toko toko 
kecil dan  jika yang dirampok melawan maka perampok itu biasanya ketakutan dan 
melarikan diri.  
Kadang kadang sipemilik toko yang dirampok juga punya pistol.
Oleh sebab itu mungkin larangan membeli senjata api dinegara negara tsb tak 
dilarang 100%. Hanya diperketat saja.

Mungkin rekan rekan yang tinggal di Amerika atau di Australia bisa menceritakan 
dengan lebih jelas tentang kebebasan membeli senjata api di Amerika atau 
Australia.

Hardjo
=======================================

----- Original Message ----- 
  From: si_andi 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, April 18, 2007 2:58 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Pria Bersenjata Tewaskan 32 Orang di 
Universitas Virginia


  Saya yakin setelah peristiwa ini di AS akan ramai lagi perdebatan 
  mengenai kepemilikan senjata api. 

  Yang kontra akan mengatakan senjata api membuat orang cenderung 
  mengambil pilihan kekerasan dalam memecahkan masalah.

  Yang pro akan mengatakan kalau semua orang berhak memiliki senjata 
  api, para penjahat akan berpikir dua kali sebelum melakukan 
  kejahatan. Bisa-bisa dia di-dor sama korbannya.

  Susahnya lagi, hak memiliki senjata api di AS dijamin oleh 
  konstitusi. Mau melarang pun panjang urusannya.

  Andi

  "God created men. Mr. Colt made them equal"

  

Kirim email ke