Bung Totot, Bicara Peran : Bila kita melihat UU sebelumnya bukankah istimewanya DIY hanya karena Gubernurnya adalah seorang Raja? Jadi Peran dan Fungsi Sultan hanya di maknai sekaligus dihargai sebagai jabatan administratif saja.
Padahal secara Formal (budaya) Beliau juga pemimpin (penerus) Kerajaan Mataram yang jelas mempunyai rakyatnya (minimal para abdi dalem). Secara Historis : Jogja mempunyai Sejarah yang jauh lebih panjang dibandingkan sejarah RI. Ini kan Ironis. ------end----------- Pernyataan saya tentang Cagar Budaya.. memang tidak bertanggung jawab. Cenderung Tendensius. tidak punya data. Tapi bukankah itu yang terjadi sekarang ini. Bukankah Yang ingin dipertahankan oleh Pemerintah saat ini melalui RUU DIY berkutat di masalah pemimpin Formal nya harus (selalu) sultan? Lalu ketika wacananya di ganti dan Sultan tidak mau jadi Gubernur lagi, bukankah timbul pertanyaan lalu Istimewanya Jogja di mana? Sultan kok tanpa KUasa?Ironis. Ini kan akan menuju cagar budayanya condet. Hanya Jogja lebih besar dari Condet.Tujuannya satu ... supaya tidak punah. Tambahan lainnya : Bukankah secara tidak langsung sebenarnya Yogya sudah di kondisikan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia.Dipertahankan status Istimewanya oleh karena Unik.Bukan karena nilai Historisnya. Bandingkan dengan Daerah Istimewa Aceh yang mempunyai nilai Historis yang hampir sama dengan DIY. Namun pada kenyataannya siapa yang didahulukan. Bukankah Aceh bisa memberlakukan Syariat Islam? Lalu DIY haknya apa sebagai daerah yang Istimewa? Kalau Aceh mendapatkan sesuatu lalu DIY? Boleh atau tidak- Sultannya mempunyai hak-hak yang lebih dan diatur dalam undang-undang(dan tentunya tidak sekedar menjadi Gubernur seumur Hidup)? ----------------end---------------- kalau tidak ya tadi...akan menuju Cagar Budaya.Ironis...kan. Salam Sonraity > Bung Sonraity, > > maaf, bisakah dijelaskan statement tentang: > Yogya hanyalah cagar budaya? > > Biar diskusi kita jadi bermakna, alangkah lebih baik jika > pemaparan opini disertai dgn bukti, data, atau argumen. > > salam, > totot > >
