Betul mas Edy, sekarang saja PNS yang gaji bersihnya 400.000 rupiah sebulan 
gaya hidupnya sudah seperti bergaji 40.000.000,- rupiah sebulan...apa lagi 
dinaikkan jadi 2 juta....waduuh...nggak kebayang tuh berapa sebenarnya 
pendapatannya dalam sebulan.
  Betul lagi mas Edy, korupsi tidak ada hubungannya dengan tinggi rendahnya 
pendapatan....tapi mentalnya, apalagi PNS dan birokrat sekarang....menurut saya 
sudah terlalu banyak yang koruptor......dari 100 orang terlalu susah untuk 
bertemu dengan 2 orang saja yang tidak korup.
  Sallam,

Edy P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kalau salah satu (atau bahkan cita-cita utama) alasan kenaikan gaji 
PNS pada 2009 menjadi minimal 2 juta rupiah adalah untuk memperkecil 
kecenderungan korupsi menurut saya itu alasan yang terlalu dangkal.
Mengapa?

Karena dalam prakteknya, birokrat yang gajinya sudah tinggi pun tetap korupsi 
kok. Lihat saja, Menteri, Dirjen, Ketua Komisi, dll nyatanya juga banyak yang 
jatuh ke dalam dosa korupsi. Itu artinya, gaji yang semakin tinggi TIDAK 
MENJAMIN BAHWA ORANG LALU TIDAK KORUPSI.

Jadi alasan itu terlalu sederhana dan "nggampangke".

Kalau kenaikan itu dikatakan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para PNS, 
itu juga omong kosong. Mengapa, karena ketika kenaikan menjadi 2 juta per bulan 
itu diumumkan sekarang, para PNS itu sudah akan dihadang oleh kenaikan biaya 
kebutuhan hidup yang bisa jadi sudah mulai bergerak naik saat ini sehingga pada 
saatnya nanti uang 2 juta rupiah itu sudah tidak signifikan lagi untuk 
mendongkrak kesejahteraan hidup keluarga PNS.

Maka kenaikan itu hanya tetap akan menjadi "SEOLAH-OLAH". Secara nominal 
bertambah, tapi nilainya mungkin akan jauh lebih berkurang.

Kenaikan gaji seperti itu juga pasti akan memancing peningkatan gaya hidup. 
Yang tidak mendesak (urgen) dengan HP lalu memaksa diri membeli HP. Kalau HP 
tidak pernah bunyi karena tidak punya relasi, lalu yang punya gelisah dan 
mencoba menghubungi orang-orang yang punya tilpon dan disuruhnya tilpon ke 
HPnya supaya kedengaran sibuk karena banyak yang menelpon. Ah...mental apalagi 
ini bangsaku?????

Nuwun sewu
edy pur

-

Kirim email ke