Yah kalo gitu kita sependapat dong .. sebab anda tulis: "turis asing dengan cueknya naik pesawat domestik". Menurut saya sih mereka amat sangat dag-dig-dug dan cemas, seperti saya ke Kelurahan, amat sangat sebel dan dongkol .. he .. he .. he .. But anyhow, memperbaiki kondisi "aman di jalan" mah puguh dan kudu. Salam, Bodo
--- In [email protected], "Totot" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Justru itu mas Bodo, saya pikir toh itu sekedar warning, > bukan larangan atau semacamnya kok. Jadi gak ada > hub dgn kepercayaan turis thd penerbangan kita. > > Saya justru memberi contoh dalam hal ini, walaupun > pemerintah AS memberikan warning, tetap saja mereka > akan pakai jasa penerbangan domestik utk ke pulau2 lain > di Indonesia krn gak ada penerbangan asing disini > untuk penerbangan antar pulau. Saya jadi heran dgn > komentar mas Bodo: > > > Bahwa turis asing masih tetap terbang dengan > > maskapai domestik kita, itu bukan merupakan "indikator" kepercayaan > > mereka pada maskapai kita!! Emangnya bisa mereka naik PAN-AM atau > > LUFTHANSA atau JAL dari jakarta ke pulau Komodo ?? Atau mereka harus > > naik "ojeg" ?? > > Saya tidak pernah mengemukakan bahwa premis msh byk turis pake > penerbangan kita itu sama dengan mereka percaya ke penerbangan kita. > Mohon dibaca baik2 mas, postingan saya dari awal sampai akhir :-) > > Maaf kalau ada yg salah dgn kata2 saya, > totot
